Beranda Warganet Yogyakarta Perkenalkan Gelang Vaksinasi Untuk Kemudahan Identifikasi

Yogyakarta Perkenalkan Gelang Vaksinasi Untuk Kemudahan Identifikasi

Yogyakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan gelang vaksinasi yang akan diberikan kepada warga yang telah divaksinasi COVID-19 untuk memudahkan identifikasi warga yang telah menerima vaksin tersebut.

“Ada dua jenis gelang yang akan datang dengan warna berbeda. Gelang kuning bagi warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama dan setelah selesai dosis kedua akan diberikan gelang hijau,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat meninjau vaksinasi di PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Senin.

Menurutnya, gelang dengan desain khusus itu nantinya akan diproduksi massal dan sudah diuji coba sebelumnya.

Ia memastikan gelang itu tidak mudah rusak dan dirusak. “Saya sudah pakai selama empat hari dan kondisinya masih bagus meski terkena air saat saya mandi,” ujarnya.

Gelang ini juga didesain untuk sekali pakai, sehingga langsung rusak saat dilepas dan tidak bisa digunakan kembali.

Haryadi meyakini gelang tersebut akan memudahkan warga atau penerima vaksin saat akan beraktivitas di kota Yogyakarta, sehingga tidak perlu mengeluarkan kartu atau sertifikat vaksin.

“Tunjukkan saja gelang yang kamu pakai,” katanya.

Gelang tersebut rencananya akan diproduksi massal dan diberikan secara gratis di sejumlah lokasi strategis dan tempat umum lainnya seperti hotel, stasiun kereta api, terminal dan tempat wisata.

Keberadaan gelang vaksinasi, lanjut Haryadi, merupakan komitmen Pemkot Yogyakarta yang ingin Yogyakarta menjadi kota yang wajib masker dan vaksin.

“Masker mudah dilihat. Tetapi apakah dia divaksinasi atau tidak, Anda tidak dapat segera mengetahuinya. Sertifikat vaksin harus ditunjukkan terlebih dahulu. Akan lebih mudah dengan gelang, ”katanya.

Komitmen menjadikan Yogyakarta sebagai kota wajib masker dan vaksin dimulai dengan ditetapkannya Kabupaten Malioboro dan Stasiun Tugu pekan lalu sebagai kawasan wajib masker dan vaksin.

“Nantinya akan diperluas ke seluruh kabupaten di Yogyakarta. Semua orang harus memakai masker dan vaksin,” katanya.

Artikel sebelumyaPekerjaan baru membutuhkan pengembangan pusat pembelajaran di luar Jawa
Artikel berikutnyaPengamat: Konversi ke EBT masuk akal dan implementasinya perlu didukung.