Beranda Nusantara Warga Agama menyerahkan kukang ke resor KSDA Maninjau setelah memasuki rumah mereka.

Warga Agama menyerahkan kukang ke resor KSDA Maninjau setelah memasuki rumah mereka.

Lubukbasung (ANTARA) –

Ismalini, 50 tahun, warga Surau Kariang, Nagari Lubukbasung, Sumatera Barat, menyumbangkan seekor kukang (Nycticebus Caucang) yang langka dan dilindungi, kepada Resort Konservasi Alam (KSDA) Maninjau, Jumat.
“Saya serahkan kukang ini karena satwa ini langka dan dilindungi,” katanya di Lubukbasung, Jumat.

Kukang ditemukan di rumahnya Kamis (8 November) sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah itu kukang langsung diamankan dan selanjutnya dipindahkan ke BKSDA melalui Resort Maninjau.

“Saya langsung menghubungi KSDA resort Maninjau untuk dilepasliarkan untuk pelepasliaran habitat agar bisa berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Resort KSDA Maninjau Ade Putra mengatakan, setelah mendapat informasi, hewan tersebut langsung dievakuasi ke kantor Resort KSDA Maninjau di Lubukbasung.
“Kami sedang memantau hewan itu dan akan melepaskannya ke habitatnya jika sudah sehat,” katanya.
Disebutkannya, masyarakat cukup aktif dalam kegiatan konservasi berupa penyelamatan satwa di Sumbar. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah hewan yang dipindahkan ke BKSDA. Kedua hewan tersebut telah ditemukan, hewan-hewan tersebut sudah menjadi milik dan hewan-hewan yang dilaporkan telah terlihat.
Hal ini diharapkan terus berkembang sehingga konservasi satwa liar semakin baik dan partisipasi masyarakat dalam BKSDA terus berlanjut.
“Dari Januari hingga 12 Agustus 2022, kami menerima lima ekor satwa dari warga, seperti dua ekor burung enggang, satu ekor trenggiling, dan dua ekor kukang,” katanya.
Kukang termasuk satwa liar yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Perlindungan Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.
Berdasarkan Pasal 21 ayat undang-undang, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, menyimpan, mengangkut, dan memperdagangkan satwa yang dilindungi, hidup, mati, atau bagian tubuh dan hasil olahannya*.

Artikel sebelumyaDLH: Program pemilahan sampah dapat mengurangi volume TPA hingga 30 ton
Artikel berikutnyaPemkot Mataram mengajak warga mengumpulkan sampah craquelure menjadi campuran aspal