Beranda News Wapres Minta Kepala BKKBS Konfirmasi Pengurangan "keterbelakangan pertumbuhan" tercapai

Wapres Minta Kepala BKKBS Konfirmasi Pengurangan "keterbelakangan pertumbuhan" tercapai

Setiap institusi yang terlibat harus menghilangkan ego industri karena konvergensi membutuhkan kolaborasi antar pihak.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Maaruf Amin meminta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Vardoyo memastikan stunting pada anak bisa dikurangi atau keterbelakangan pertumbuhan di Indonesia untuk mencapai target 14 persen pada akhir 2024.

Saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Racornas) untuk percepatan pencegahan Keterlambatan pertumbuhan Padahal, pada tahun 2021, Wapres menegaskan bahwa kepala BKKBN harus memastikan target pengurangan tersebut tercapai. keterbelakangan pertumbuhan menyediakan konvergensi berbagai program untuk mencapai tujuan hingga ke tingkat desa.

“Saya minta kepala BKKBN segera berkoordinasi dengan kementerian/departemen terkait dan pemerintah daerah untuk memastikan konvergensi antarprogram. Insya Allah target 14 persen hingga akhir 2024 bisa tercapai,” kata Wapres. Presiden Maaruf dari rumah dinas Wakil Presiden di Jakarta, Senin.

Program konvergen untuk mempercepat penurunan suku bunga keterbelakangan pertumbuhan Menurut wakil presiden, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tujuan yang ditetapkan tercapai hingga ke tingkat yang ditargetkan.

“Konvergensi adalah kata yang mudah diucapkan tetapi seringkali sulit diterapkan. Setiap lembaga peserta harus menghilangkan ego industri karena konvergensi membutuhkan kolaborasi antar pihak,” kata Wapres.

Sementara itu, Jasto Vartoyo mengatakan dalam Rakornas bahwa pihaknya akan segera menyusun Rencana Aksi Nasional Percepatan Pengurangan Stunting (RAN Pasti), yang meliputi mekanisme, prosedur operasi, pemantauan dan evaluasi program penurunan. keterbelakangan pertumbuhan di Indonesia.

“Kami memahami bahwa kami akan terburu-buru untuk menyiapkan RAN tertentu, dan dalam waktu singkat, sekitar 3 tahun, target seperti yang diarahkan oleh wakil presiden, yaitu 14 persen pada akhir 2024, akan tercapai,” kata Harus.

Selain itu, Hasto mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan program inkubasi untuk memastikan keluarga benar-benar dapat mempersiapkan kehidupan keluarga.

“Kami akan melakukan program inkubasi, faktor keberhasilan kritis apa yang harus kita campur tangan untuk mendapatkan leverage yang tinggi agar sumber daya yang tidak terlalu besar dapat mengurangi jumlahnya? keterbelakangan pertumbuhan lebih cepat,” ujarnya.

Dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Pengurangan Kesenjangan, Kepala Pelaksana BKKBN ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Pelaksana Kelompok Percepatan Pengurangan Kesenjangan.

Juga memimpin Rapat Koordinasi Nasional, antara lain: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendi; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Menteri Pembangunan Pedesaan, Pembangunan Daerah Tertekan dan Migrasi Abdul Halim Iskandar; dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa.

Artikel sebelumyaMinah Girl’s Day berbicara tentang karakternya di film "Semakin bertambah"
Artikel berikutnyaGiuliari Batubara divonis 12 tahun penjara