Beranda News Wapres mengingatkan, visi MUI hanya satu

Wapres mengingatkan, visi MUI hanya satu

Hanya ada satu visi di MUI, yaitu visi MUI. Tidak memiliki visi lain, visi individu, visi kelompok

Jakarta (Antara). Wakil Presiden Maruf Amin dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan bahwa MUI hanya memiliki satu visi, yaitu organisasi, bukan individu atau kelompok.

“Visi di MUI hanya satu, visi MUI. Tidak punya visi lain, visi individu, visi kelompok,” ujar Maruf Amin dalam sambutannya pada pembukaan Mukernas II MUI di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, jika MIE tidak memiliki satu visi, maka MIE akan rusak.

Ia mengatakan bahwa visi MUI adalah menjadi wadah pengabdian baik bagi ilmuan, cendekiawan, umat, maupun bangsa dan negara.

“MUI harus melayani rakyat, karena memang rakyat yang menjadi mayoritas bangsa ini butuh perhatian, kepedulian dan kepedulian,” kata Wapres.

MUI, kata dia, harus mempertahankan diri dari aliran sesat, dengan cara yang menyimpang, radikal, cuek, dan tidak bertanggung jawab.

MUI, kata dia, juga harus melindungi masyarakat dari konsumsi yang tidak halal. Karena itu, kata dia, MUI mengeluarkan sertifikasi halal untuk melindungi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres berbicara pada pembukaan Mukernas II MUI 2022 dengan tema “Optimalisasi khidmat dalam rangka peningkatan kesejahteraan umat”.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Mukernas II MUI tahun 2022, saya nyatakan terbuka,” ujar Wapres.

Sementara itu, Ketua Panitia Mukernas II MUI Uthang Ranuvijaya mengatakan, Mukernas yang akan berlangsung pada 8-10 Desember ini akan banyak mengumpulkan pemikiran dan saran dari peserta yang kemudian akan dijadikan rekomendasi.

Menurutnya, sejumlah agenda yang akan dibahas dalam Mukernas antara lain pengesahan program prioritas komisi, badan dan lembaga MUI tahun 2023; membuat rekomendasi MIE untuk kepentingan rakyat, kemajuan bangsa dan kedaulatan negara; bertukar pikiran tentang ekonomi syariah dan Dana Sosial Islam dengan mengundang pihak-pihak yang berkepentingan; dan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Pengurus MUI dengan Badan Pengelola Keuangan Haji dan Bank Syariah Indonesia.

Wakil Ketua MUI Pusat Marsudi Syuhud mengatakan, Mukernas II MUI juga akan membahas berbagai persoalan bangsa, termasuk memberikan solusi atas potensi benih perpecahan sosial akibat dinamika politik yang berbeda.

Artikel sebelumyaMoeldoko diundang "Sarapan Doa Nasional" Washington 2023
Artikel berikutnyaKepala CASN menyebutkan dua aspek, jadi "pekerjaan rumah" pengelolaan ASN berbasis merit