Beranda Hukum Walikota Chimakhi yang tidak aktif dijatuhi hukuman 7 tahun penjara karena menerima...

Walikota Chimakhi yang tidak aktif dijatuhi hukuman 7 tahun penjara karena menerima suap

Bandung (ANTARA) – Wali Kota Chimakhi, Jawa Barat yang tidak aktif, Ajay M. Priyatna divonis tujuh tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (PKT) karena diduga menerima suap untuk mendapatkan izin membangun rumah sakit di kawasan tersebut. kota.

Ditemukan bahwa Ajay terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64, ayat 1 KUHP. KUHP dan Pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dalam Pasal 65 (1) KUHP.

“Minta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta ditambah 6 bulan penjara,” kata jaksa PKC Budi Nugraha kepada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis.

Jaksa PKC mengatakan hukuman itu lebih berat karena Ajay tidak mendukung upaya pemerintah untuk memberantas korupsi sebagai aparatur negara.

Lalu, apa yang meringankan hukuman Ajay, karena dia tidak pernah ditahan secara hukum dan tidak dihukum dalam hal apapun.

Dalam dakwaannya, Ajay diduga menerima serangkaian suap secara bertahap dari pemilik RS Kasih Bunda Hutama Yonathan melalui sejumlah orang dan pengusaha proyek tersebut. Pemberian hibah tersebut dilakukan secara bertahap mulai Mei hingga November 2020.

Ajay juga didakwa menerima suap sebesar Rs 1.661.250.000 untuk mendapatkan izin proyek untuk rumah sakit Kasih Bund.

PKC menyatakan bahwa tindakan Ajay bertentangan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Ajay sendiri ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 November 2020.

Artikel sebelumyaPKC Memanggil Tujuh Saksi dalam Kasus Pajak
Artikel berikutnyaPemindahan ibu kota negara memaksa penduduk Penajam terus bertambah.