Beranda Warganet Wali Kota Kendari Sebut Status PPKM Turun ke Level 2

Wali Kota Kendari Sebut Status PPKM Turun ke Level 2

Kendari (ANTARA) – Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sulawesi), Sulkarnayn Kadir mengatakan, saat ini status Pembatasan Kegiatan Umum (PPKM) di kawasan itu turun ke level 2.

“Alhamdulillah, ini kabar baik, level kita 2,” kata Sulkarnain di Kendari, Senin.

Walikota telah menerima informasi penurunan status PPKM di daerah tersebut sejak Jumat 17 September lalu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Bahkan ini level 2, saya terima informasi Jumat lalu, hasil penilaian dari Kemenkes dan Kemendagri,” ujarnya.

Menurut Sulkarnain, Kota Kendari dapat diturunkan statusnya dari tingkat 3 menjadi tingkat 2 karena kesadaran masyarakat yang selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dasar 5M, yaitu: pakai masker, jaga jarak, cuci tangan sampai bersih, hindari keramaian. dan penurunan mobilitas.

“Sekali lagi, kita tidak menyia-nyiakan disiplin dalam menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan sebagainya. Sekarang sudah berbuah, kita pindah ke level 2,” ujarnya.

Namun, walikota mengimbau semua pihak untuk bahu-membahu menjaga kondisi ini, meski bisa turun ke level 1, agar semua aktivitas bisa berjalan normal kembali, seperti sebelum pandemi global.

“Saya berharap bisa dipertahankan, bahkan saya berharap lain kali kita berada di level 1 agar bisa beraktivitas seperti biasa,” tambah walikota.

Gugus Tugas COVID-19 di Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat kasus aktif pasien terinfeksi SARS-CoV-2 di daerah yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri, hingga 148 setelah penambahan dua orang hari ini.

“Hari ini jumlah kasus aktif COVID-19 di isolasi di Kendari bertambah menjadi 148 setelah penambahan dua kasus positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kendari, Algazali.

Gugus tugas setempat juga mengatakan tidak ada penambahan pasien COVID-19 di kota itu hari ini, meski tidak ada penambahan korban meninggal, namun tetap tercatat 95 orang.

Sebanyak 7.702 kasus terkonfirmasi COVID-19 dilaporkan di daerah tersebut, dimana 7.462 dinyatakan sembuh, selebihnya merupakan kasus aktif yang menjalani perawatan dan isolasi selama pemulihan.

Algazali mengingatkan warga agar tetap menjaga kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari keramaian dan membatasi mobilitas dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.

“Masih ada penambahan kasus hari ini, jadi kita tidak boleh asal-asalan menerapkan protokol kesehatan, abaikan saja, agar kita bisa keluar dari pandemi COVID-19 ini,” ujarnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kendari juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi yang digalakkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi COVID-19. *

Artikel sebelumyaDedi Muladi meminta warga untuk tidak berburu harimau Gunung Sangabuana Karawang
Artikel berikutnyaPKB optimistis akan menjadi sisi terbesar kedua kompetisi 2024.