Beranda Nusantara WALHI minta Pemkot Palembang perangi banjir semaksimal mungkin

WALHI minta Pemkot Palembang perangi banjir semaksimal mungkin

Masalah banjir di ibu kota Sumsel belum terselesaikan dengan baik

Palembang (ANTARA) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Wali) Sumsel meminta Kota Palembang mengatasi banjir yang selalu ‘menghantui’ atau menimbulkan ketakutan di kota itu setiap kali hujan deras selama lebih dari satu jam.

“Masalah banjir di Ibu Kota Sumsel itu belum tertangani dengan baik, terbukti dengan mulainya musim hujan pada Oktober 2021, sejumlah kawasan pemukiman dan jalan protokol digenangi air hujan hingga kedalaman satu meter,” kata dia. direktur eksekutif. Wali Samsell M. Khairul Sobri di Palembang, Sabtu.

Upaya pengendalian banjir yang dilakukan Pemkot Palembang, seperti perbaikan saluran air dan normalisasi sungai, dinilai bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah mendasar, katanya.

Langkah preventif yang harus diperhatikan oleh pemerintah kota adalah menghilangkan penyimpangan tata ruang yang menjadi salah satu penyebab banjir setiap kali hujan lebat selama lebih dari satu jam.

Gangguan tata ruang akibat penimbunan bebas rawa-rawa untuk pembangunan hotel, pusat perbelanjaan, pertokoan, perumahan, perkantoran dan pembangunan lainnya harus dihentikan karena jika terus berlanjut dapat menimbulkan bencana lingkungan yang lebih serius.

“Kami yakin Pemkot Palembang ragu-ragu atau kurang serius menghadapi banjir yang biasa terjadi setiap musim hujan,” ujarnya.

Banjir yang melanda sejumlah pemukiman warga dan membanjiri beberapa ruas jalan protokol Palembang setelah hujan deras cukup lama membuktikan program pengendalian banjir yang dilaksanakan Pemprov DKI dengan biaya miliaran rupiah tidak berjalan sesuai harapan warga.

Seibendung saat ini memiliki enam unit pompa dengan kapasitas 36.000 liter per meter kubik, namun ketika hujan deras melanda Palembang dalam waktu lama, banjir terjadi di mana-mana, misalnya di pemukiman Walikota Ruslan, Sekip, Sungai Bua, Kenten dan sekitar pertokoan. PTC seperti Jalan R Soekamto dan Force 66.

Melihat kenyataan tersebut, pemerintah kota Palembang harus membuat terobosan yang lebih baik dalam pengendalian banjir agar setiap kali hujan lebat dalam waktu yang lama, warga kota tidak takut rumah mereka akan kebanjiran atau tidak bisa beroperasi karena faktanya. bahwa jalan protokol ditutup. “Hujan,” kata Sobri.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menjelaskan, pihaknya tengah berupaya menyiapkan serangkaian program untuk menghadapi banjir di musim hujan seperti saat ini.

Program penanggulangan banjir meliputi perbaikan saluran air, normalisasi sungai dan penambahan waduk.

Selain itu, pihaknya juga menggalakkan kerjasama bersama masyarakat untuk membersihkan sungai dan anak sungai Musi dari sampah.

Diharapkan dalam beberapa bulan ke depan selama musim hujan, kerjasama antara pejabat kota dan karyawan dengan penduduk setempat akan terus digalakkan, yang sejauh ini telah berjalan dengan baik.

“Kami berharap melalui program pengendalian banjir dan gotong royong, masalah banjir atau genangan di sejumlah pemukiman dan jalan protokol saat hujan deras dapat teratasi dalam waktu yang lama,” kata Fitrianti.

Artikel sebelumyaPemalsuan! Burung berbahaya menyebabkan kebakaran hutan di Australia
Artikel berikutnyaCPBD Indragiri Hulu arahkan personel ke lokasi banjir Batang Gansal