Beranda News Tito mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak menganggap enteng masalah inflasi

Tito mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak menganggap enteng masalah inflasi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagry) Tito Karnavian mengingatkan seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak menganggap enteng masalah inflasi.

“Tempatkan ini sebagai prioritas; sebelumnya, karena ketidaktahuan dan hanya bergerak mengejar pasar, sekarang tidak demikian. Ini menjadi isu penting, misalnya dalam perang melawan pandemi COVID-19,” kata Tito Karnavian di Jakarta, Selasa. .

Dia mengatakan inflasi bisa merugikan negara. Jika suatu negara mengalami hiperinflasi atau tingkat keparahannya melebihi 100 persen per tahun, maka negara tersebut bisa runtuh.

Menurut dia, beberapa penyebab inflasi adalah karena peredaran uang dalam jumlah besar atau pencetakan uang dalam jumlah besar, kenaikan suku bunga, pasokan barang yang buruk, gangguan distribusi barang, dan harga pupuk yang tinggi.

Dari berbagai penyebab inflasi tersebut, menurutnya, yang penting diperhatikan adalah pasokan barang yang tidak terputus dan menjaga distribusi barang dengan mencegah penumpukan barang, menyediakan infrastruktur yang memadai untuk distribusi, dan mengantisipasi proses distribusi dalam kondisi. gangguan cuaca.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah daerah harus hati-hati menyampaikan informasi kepada penduduk tentang kondisi inflasi dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di daerah.

“Hati-hati dalam berhubungan dengan masyarakat. Tetap berupaya mengidentifikasi isu inflasi di wilayah terkait, namun jangan membuat masyarakat panik. Intinya bukan untuk berkomunikasi, tetapi untuk memprovokasi inflasi. Katakan bahwa situasinya terkendali, ada cukup makanan, harga cukup.” “Jangan menggunakan bahasa yang membuat orang panik,” imbaunya.

Dia juga meminta pemerintah daerah untuk melibatkan Kelompok Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan bekerja secara rutin untuk memantau dan menyiapkan solusi agar inflasi tidak merugikan perekonomian.

“Aktifkan TPID, rajin dan rutin, jangan hanya bertemu sebulan sekali. Kuncinya sinergi dan konsistensi, jangan sampai inkonsisten,” kata Tito.

Artikel sebelumyaKemenag menyayangkan Walikota Bandung membuka gedung ANNAS
Artikel berikutnyaBupati Bantul: Gerakan Pramuka Perkuat Karakter Anak