Beranda Nusantara Tingkat pencemaran DAS Citarum telah menurun.

Tingkat pencemaran DAS Citarum telah menurun.

Bandung (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan tingkat pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sitarum turun dari parah menjadi ringan selama dua tahun terakhir.

“Target 2020 kita sebenarnya hanya polusi sedang, tapi berkat kerja luar biasa, serta esensi kerja luar biasa, kita sudah lolos status polusi sedang, Pak,” katanya di Bandung, Selasa, melaporkan saat ini. keadaan DAS Sitarum kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Lukhut Binsar Panjayitan.

“Hari ini langsung sedikit tercemar, apalagi sekarang kita harapkan kualitas air sudah mencapai kelas 2,” ujarnya usai mendampingi Lukhut meninjau pelaksanaan program percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Sitarum di Sekaba Rindam III Silivangi. , TPSA Cicabe, Jajaway Cidurian dan Satgas Citarum Bandung.

Ia menjelaskan, saat Program Percepatan Pencemaran dan Pengendalian Kerusakan DAS Sitarum dimulai pada 2019, keadaan DAS Sitarum masih tercemar berat.

“Ketika kami mulai dengan kuning, poinnya 33,43 atau sangat kotor, kotor, kotor dan sebagainya,” katanya.

Kini, lanjutnya, status DAS Sitarum sedikit tercemar.

“Dengan kata lain, ikan bisa berenang sebaik manusia. berenang (mungkin tempat berenang) di ujung tujuan kita. Karena itu, saya mengapresiasi kerja semua pihak,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Program Percepatan Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum Citarum telah melampaui target dalam hal pengelolaan lahan kritis.

“Oleh karena itu, targetnya harus mengakumulasi pada 2021 lahan kritis kita hanya 15 ribu hektar. Kami, berkat aktivitas TNI, salah satu yang terbesar, kami telah membuka 26 ribu hektar, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Kami akan melanjutkan sesuai rencana sekitar 80 ribu hektar di akhir program, ”katanya.

Namun, menurut dia, hasil pelaksanaan program pengelolaan sampah kota dan permasalahan sampah di DAS Sitarum belum mencapai target yang direncanakan.

Menurut dia, target pengelolaan sampah yang ditetapkan 3.100 ton per hari, namun baru mencapai 2.700 ton per hari.

Artikel sebelumyaSiklon Tropis Chantu Konson secara tidak langsung mempengaruhi cuaca di Indonesia
Artikel berikutnyaBMKG: Agustus 2021 terjadi 807 gempa tektonik.