Beranda Hukum Tiga Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Diidentifikasi Kembali

Tiga Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Diidentifikasi Kembali

Jakarta (ANTARA) – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi tiga jenazah korban kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang sebanyak 10 orang.

“Mereka bertiga: Hadi Vijoyo Bin Shri Tunjung Pamungkas, 39, Rocky Purman bin Syafrizal Sani, 28, dan Pujiyo Bin Mudori, 28,” kata Brigjen, Kepala Pusat Identifikasi Sidik Jari Otomatis Indonesia. Jenderal (Jembatan) Paul Hoody Suryanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ketiga jenazah tersebut langsung diserahkan kepada tim gabungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumkham) yang kemudian diserahkan kepada masing-masing keluarga.

Jenazah Hadi Vijoyo dikenali dari sidik jari, bekas luka di alis kanannya, dan tato di punggung lengan kirinya. Selain itu, jenazah diserahkan kepada keluarga korban dan dimakamkan hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Leuvilyan Bogor.

Jenazah kedua bernama Pujiyono diidentifikasi berdasarkan deoxyribonucleic acid (DNA) yang mirip dengan ayah korban, serta rekam medis berupa tato di punggung dan data gigi. Setelah diserahkan kepada keluarga, jenazah akan disemayamkan di TPU Sindang Tengah, Tangerang.

Terakhir, jenazah Rocky Purman telah diidentifikasi berdasarkan DNA yang 50 persen identik dengan ayah korban dan 50 persen identik dengan ibunya. Selain itu juga didukung dengan rekam medis korban yaitu data tumbuh kembang dan gigi. Warga Sitayam Kampung Utan akan dimakamkan pada Senin (9 Desember) di TPU Kampung Kandang Ragunan.

Brigjen Hoodi Suryanto mengatakan, total ada 10 korban jiwa dalam kebakaran di Lapas tersebut. sekarat diadopsi oleh partainya untuk tujuan identifikasi.

“Data sekarat Ada 41 data lengkap yang diterima, termasuk data DNA narapidana asing dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kemenkumham Turman Khutapea, Direktur Pelatihan dan Produksi Lapas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, menegaskan kelompok gabungan yang dibentuk kementerian bertanggung jawab penuh atas seluruh proses hingga pemakaman korban.

Keluarga masing-masing korban akan menerima santunan sebesar Rs 30 juta dan biaya pemakaman sebesar Rs 6,5 juta, yang akan dibayar oleh tim gabungan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Terkait perkembangan kasus Kebakaran Lapas Klas I Tangerang, Brigjen Rusdi Hartono, Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Humas Polri, mengatakan kasus tersebut sedang dalam penyelidikan.

Kasus tersebut terkait dengan pasal 187 KUHP tentang kesengajaan, pasal 188 KUHP tentang kelalaian membahayakan barang dan pasal 359 KUHP tentang kelalaian.

“Ada 23 orang yang diperiksa beserta barang bukti seperti telegram, security log dan lain-lain,” kata Rusdi.

Artikel sebelumyaKementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia menyumbangkan mayat tahanan yang terbunuh dalam kebakaran penjara kepada keluarga mereka
Artikel berikutnyaBM PAN Siap Pimpin PAN di Pilkada 2024