Beranda Warganet Temuan penelitian: Pembelajaran online mengubah sifat anak-anak.

Temuan penelitian: Pembelajaran online mengubah sifat anak-anak.

Sumenep (ANTARA) – Kajian terhadap mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur menunjukkan model pembelajaran online yang dilakukan selama ini di berbagai sekolah telah mengubah fitrah mahasiswa khususnya pada jenjang pendidikan dasar yaitu SD. (SD) dan Madrasah Ibtidaya (Michigan).

“Ini karena ketika belajar melalui internet, anak-anak tidak hanya belajar tentang mata pelajaran yang diberikan oleh guru, tetapi juga menjelajah dunia maya,” kata peneliti Firratus Saada, Rabu di Sumenep.

Mahasiswa program Teknologi Informasi Departemen Ilmu Komputer Universitas Jember ini mempelajari dampak pembelajaran online terhadap mahasiswa di era pandemi COVID-19.

Objek penelitian adalah siswa kelas III-VI M.I. Al-Hidaya di desa Bragung, wilayah Guluk-Gulyuk, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Penelitian yang menjadi tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dilakukan dengan mengumpulkan data observasi dan melakukan observasi di lapangan, selain wawancara langsung sebagai pendukung.

“Dari sini, fakta dari siswa yang kami teliti menunjukkan bahwa beberapa anak di MI Al-Hidayah memiliki gaya bicara yang kotor setelah berselancar di dunia maya,” kata Vira, panggilan akrab Firratus Saad yang tergabung dalam KKN. 15. desa. (BTV) III UNEJ 2021.

Kajian dengan metode pengumpulan data observasional yang dilakukan oleh mahasiswa semester tujuh Program Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer UNEJ menjadi dasar program kerja Vira untuk menetapkan program kerja KKN, yang berlangsung di Desa Bragung, Guluk Guluk, Sumenep, Jawa Timur…

“Program kerja yang akhirnya dirumuskan untuk fenomena yang terjadi pada siswa berupa penanaman karakter anak di lingkungannya, dengan mengacu pada lima nilai inti, yaitu: religiusitas, integritas, kemandirian, dan gotong royong.

“Saya mengajak beberapa anak untuk memasak tepung tanah liat. Latihan ini dirancang untuk mendorong anak-anak bekerja sama dengan baik. Anak-anak juga diajak menonton film Disney dan melakukan review film. Film ini berisi pelajaran tentang toleransi terhadap perbedaan,” ujarnya. dia berkata.

Studi tentang dampak pembelajaran online ini melengkapi temuan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Yogyakarta Vening Sekar Kusuma tentang dampak pembelajaran online terhadap perilaku sosial emosional anak.

Perbedaannya, metode yang digunakan pada penelitian sebelumnya didasarkan pada wawancara dengan analisis tematik terhadap 10 orang ibu yang memiliki anak bersekolah di TK di wilayah Ngawi.

Para peneliti, yang diterbitkan dalam Obsession Journal di kampus, mewawancarai para ibu tentang dampak perilaku sosial-emosional anak-anak selama pembelajaran online.

Akibat dari keseluruhan perilaku sosial emosional anak selama pembelajaran online, anak pada umumnya kurang cenderung kooperatif, karena anak jarang bermain bersama, kurang toleransi, kurangnya komunikasi dengan teman sebatas sekolah di rumah, anak terkadang bosan dan sedih. , anak-anak mendambakan teman dan guru. Ada juga kasus anak-anak yang menjadi sasaran pelecehan verbal karena proses belajar yang tidak biasa.

Ilmuwan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Esa Arif A.S., MIKom, pelatihan tatap muka online secara psikologis berbeda terutama untuk anak-anak dan remaja.

“Dalam pembelajaran tatap muka, ada rasa rasa yang bisa disampaikan guru kepada siswa secara langsung, tetapi tidak dalam pembelajaran online,” ujarnya.

Ia menjelaskan hasil studi yang dilakukan sejumlah universitas menyimpulkan bahwa sistem pembelajaran online berdampak negatif terutama pada sikap dan emosi anak.

“Oleh karena itu, kami berharap pandemi ini segera berakhir agar proses belajar mengajar di berbagai sekolah dan universitas dapat kembali normal,” ujar dosen IPS Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Islam IAIN tersebut. Madura. *

Artikel sebelumyaKedutaan Besar Palestina melarang warga mentransfer bantuan di luar kedutaan
Artikel berikutnyaEmpat Daerah di Zona Kuning Kepri COVID-19