Beranda Nusantara Temanggung luncurkan Masjchun Sofwan Awards for Waste Management

Temanggung luncurkan Masjchun Sofwan Awards for Waste Management

Membangun masyarakat yang “damai dan damai”

Temanggung (ANTARA) – Pemerintah Daerah Temanggung, Jawa Tengah, mengumumkan Masjchun Sofwan Awards (MSA) 2021 sebagai pengakuan terhadap individu/lembaga/kelompok/desa/kelurakhan yang telah berkontribusi terhadap lingkungan, khususnya di bidang lingkungan hidup. pengelolaan sampah dan konservasi lahan.

Bupati Temangung M. Al-Hadzik di Temanggung, Kamis mengatakan MSA diadakan sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah Kabupaten Temangung Maschun Sophwan yang memimpin Kabupaten Temanggung dari tahun 1964-1978 dan dikenal sebagai pemimpin yang sangat peduli terhadap lingkungan. …

“Selama kepemimpinannya, beliau telah berhasil menumbuhkan budaya hidup bersih bagi seluruh warga Temanggung dan telah memantapkan landasan kedisiplinan bagi aparatur dan masyarakat dengan keteladanannya yang luar biasa,” kata Hadzik pada presentasi MSA 2021 di studio Temanggung TV. .

Ia mengatakan, sebagai langkah konkrit, Pemkab Temanggung terus dan mencontoh sosok Masjchun Sophwan, dengan meluncurkan kegiatan tahun ini dengan nama MSA, yakni penghargaan dan apresiasi masyarakat terhadap bidang lingkungan, khususnya, akan diberikan desa dan kecamatan bebas sampah terbaik, desa dengan tata ruang terbaik di kawasan lingkungan.

Kemudian juga diterima oleh kelompok masyarakat pengelola sampah terbaik, tokoh masyarakat yang peduli sampah, tokoh masyarakat yang peduli konservasi, dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap aktivis lingkungan.

Selain itu, di samping pelaksanaan MSA, Bupati Temanggung juga akan menyerahkan penghargaan penghargaan kepada Penggiat Tanggap Sampah Rumah Tangga (PSRT) serta Pendamping Persampahan Desa dan Pendamping Persampahan di Subwilayah Kabupaten Temanggung.

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat mulai dari individu, desa, kecamatan, lembaga dan kelompok masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan kepedulian dan dukungan masyarakat sangat diperlukan mengingat alam dan lingkungan yang lestari merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi modal utama bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Temanggung.

“Saya mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program pengelolaan sampah dan konservasi lahan yang berkelanjutan dalam mendukung program prioritas Kabupaten Temanggung yaitu mewujudkan masyarakat yang ‘damai dan harmonis’ dalam mengatasi berbagai tantangan dan tantangan di bidang teknologi, ekonomi, masyarakat dan budaya, budaya dan sebagainya, ”katanya.

Ia mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk terus bekerja tanpa lelah, meski di masa pandemi, sampah perlu ditangani dengan baik di seluruh Kabupaten Temanggung agar tidak menjadi masalah sehingga sampah bisa berubah menjadi berkah.

“Mari kita terus menghimbau agar gerakan konservasi lahan masyarakat dan gerakan zero waste Temanggung terus berlanjut secara berkelanjutan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBMKG: Waspada Hujan Deras dan Angin kencang di Sumut
Artikel berikutnyaDLH menyebut air Sungai Baliem Papua tercemar sampah tidak layak konsumsi