Beranda Warganet Sumbar menduduki peringkat 10 Peringkat Nasional tahun 2021 di Maluku Utara

Sumbar menduduki peringkat 10 Peringkat Nasional tahun 2021 di Maluku Utara

Sofifi, Maluku Utara (ANTARA) – Karavan Sumbar menduduki peringkat 10 dari 34 provinsi peserta Seleksi Nasional Thilavatil Quran 2021 yang digelar di Sofifi, Maluku Utara, 16-22 Oktober 2021.

Masuknya Sumbar ke 10 besar provinsi pada Ajang STQ Nasional XXVI 2021 diumumkan langsung oleh ketua panel, Said Agil Husin Almunavar, di Sofifi, Jumat malam.

Berperan sebagai juara tak terbantahkan DKI Jakarta, peringkat 2 di Jawa Timur, peringkat 3 di Sumatera Utara, peringkat 4 di Banten, peringkat 5 di Riau dan Bangka Belitung, peringkat 6 di Jawa Tengah, peringkat 7 di Kepulauan Riau, peringkat 8 di Jawa Barat, peringkat 9 di Nusa Tenggara Barat. dan Sulawesi Selatan serta peringkat 10 di Sumatera Barat dan Papua.

Pada acara STQ Nasional XXVI tersebut, Kafilah Sumbar menduduki peringkat pertama Tafsir Al-Qur’an cabang Arab atas nama Rusidi Haris Dviputra.

Kemudian juara 2 cabang tajwid laki-laki atas nama Dasrizal, juara 3 cabang putri hifjil 5 juz atas nama Fathia Arafah Afsia.

Kemudian dia menempati posisi pertama di departemen penerjemahan wanita ke dalam bahasa Arab atas nama Fitri Mardiya.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilavatil Quran Sumbar, M. Ridho Nur bersyukur atas pencapaian ini dan bertekad untuk lebih memperhatikan pendidikan dan rehabilitasi campak dan campak di Sumbar ke depan.

“Semoga kedepannya pada kompetisi nasional selanjutnya Sumbar bisa lebih baik lagi, dan prestasi hari ini menjadi sesuatu yang patut disyukuri atas segala perjuangan yang telah diperjuangkan,” ujarnya.

Syaifullah, Kepala Biro Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Setda Sumbar, mengatakan karavan Sumbar pada STQH 2021 terdiri dari 20 orang yang dipertandingkan dalam empat cabang dan 10 kelompok.

Cabang pertama nila terdiri dari kelompok jantan dan betina dewasa, serta anak jantan dan betina.

Cabang Takhfidz terdiri dari lima kelompok takhfid, 1 zhuz, 5 zhuz, 10 zhuz dan 30 zhuz untuk setiap putra dan putri. Cabang Tafsir Arab untuk putra dan putri dan cabang hadits terdiri dari dua kelompok 100 hadits menggunakan sanad dan 500 hadits tanpa rantai putra dan putri.

Artikel sebelumyaKelompok sasaran BKR meningkatkan kapasitas relawan untuk memberikan layanan dukungan psikososial
Artikel berikutnyaKemenag: Implementasi STQ – Impuls Meningkatkan Pemahaman Al-Qur’an