Beranda Warganet Sosiolog: Pesan Presiden untuk saling peduli seharusnya mengkhawatirkan

Sosiolog: Pesan Presiden untuk saling peduli seharusnya mengkhawatirkan

Purwokerto (ANTARA) – Sosiolog Genderal Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Tias Retno Wulan, mengatakan pesan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan masyarakat untuk saling peduli harus menjadi perhatian semua pihak.

“Pesan Presiden bahwa pandemi mengingatkannya untuk peduli pada sesama perlu dicermati dan diperhitungkan,” katanya, Senin di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, dalam sambutannya pada Sidang Tahunan MPR RI 2021, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa di tengah pandemi COVID-19, penyelesaian secara pribadi tidak akan pernah menjadi solusi, dan solusi bersama adalah satu-satunya jalan.

Presiden juga mengingatkan bahwa dengan budaya gotong royong dan gotong royong, permasalahan yang sulit dapat lebih mudah diselesaikan, sehingga masyarakat perlu terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, Bhinnek Tunggal Ika, Gotong Royong dan Panchasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. masyarakat. negara.

Pesan Presiden tersebut, menurut Tias, sangat tepat mengingat COVID-19 bukan hanya penyakit klinis individu, melainkan penyakit umum.

“Hal ini karena satu orang yang sakit akan berdampak pada anggota keluarga, teman kerja atau komunitas lainnya. Oleh karena itu, pengobatan juga perlu di tingkat masyarakat, dengan melibatkan kelompok masyarakat yang akan terlibat dalam memelihara masyarakat tersebut,” ujarnya.

Hal itu bisa dilakukan dengan saling menjaga dan saling mengingatkan protokol kesehatan, ujarnya.

Saling mengingatkan akan 5M menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian, dan mengurangi mobilitas merupakan upaya yang bisa dilakukan bersama-sama, ujarnya.

Ia menambahkan, pandemi COVID-19 juga berdampak tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga aspek ekonomi, sosial, bahkan politik.

“Oleh karena itu, penanganannya juga perlu komprehensif, melibatkan banyak pihak untuk menjaga dan memberikan kontribusi nyata tidak hanya memutus rantai penularan, tetapi juga pergolakan ekonomi dan sosial akibat COVID-19,” ujarnya.

Artikel sebelumya60 persen warga Yogyakarta harus divaksinasi pada akhir Agustus.
Artikel berikutnyaBRIN memperkuat penelitian di sumber energi baru dan terbarukan