Beranda Warganet Sekolah Muhammadiyah Bireyen Jadi Model Sekolah Inklusif di Aceh

Sekolah Muhammadiyah Bireyen Jadi Model Sekolah Inklusif di Aceh

Ini adalah bentuk budaya sosial yang inklusif

Banda Aceh (ANTARA) – Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah di Kabupaten Bireyen, Aceh, menjadi salah satu model sekolah inklusi (bagi anak berkebutuhan khusus) di Tanah Renkong.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kependidikan dan Kependidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK & PLB) Abu Haer di Bireuen, Minggu, berharap upaya yang telah dilakukan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah dapat diadopsi. oleh sekolah lain.

“Ini menjadi peran teladan dan menjadi sumber inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Aceh,” kata Abu Haer saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah dan salah satu sekolah mengemudi di Bireuen yaitu SDIT Muhammadiyah yang berada di kompleks yang sama.

Abu Haer mengatakan, kehadiran SLB dan siswa berkebutuhan khusus di kalangan sekolah umum menjadi inspirasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah disabilitas.

Abu mengaku terharu melihat kompleks pendidikan di Muhammadiyah Bireyen, di mana anak-anak berkebutuhan khusus bisa bersenang-senang dengan anak-anak lain. Mereka bisa bermain bersama, belajar dan berdoa, saling menghormati dan mencintai.

“Ini merupakan ekspresi budaya sosial inklusif yang tentunya akan berdampak positif bagi perkembangan akademik, emosional dan sosial anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Abu mengatakan agar sekolah dapat melayani anak berkebutuhan khusus sesuai dengan fitrahnya, mereka harus mengidentifikasi dan mengevaluasi agar dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak.

Pemberian layanan bagi anak berkebutuhan khusus juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Kondisi Kehidupan yang Layak bagi Siswa Penyandang Disabilitas, kata Abu.

“Aturan ini menjadi dasar penguatan pelaksanaan program terkait pendidikan ramah anak,” kata Abu Haer.

Artikel sebelumyaSosok-sosok tersebut mengingatkan pada sosok teladan Jenderal Högeng.
Artikel berikutnyaKomunitas Lintas Agama Tulungagung Adakan Upacara Amal di Sungai Ngrovo