Beranda Nusantara Sekolah Lapangan BMKG Hilal dilaksanakan di Pondok Pesantren Assalaam Sukoharjo.

Sekolah Lapangan BMKG Hilal dilaksanakan di Pondok Pesantren Assalaam Sukoharjo.

Acara ini dirancang untuk mengenalkan peserta dengan detail proses pengamatan hilal di Indonesia.

Jakarta (ANTARA) – Sekolah Lapangan Hilal (SLH) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pertama kali digelar di Pesantren Modern (PPMI) Assalam Sukohardjo, Jawa Tengah, Minggu.

Muzli, Pj Kepala Balai Besar Teknis Seismologi, Geofisika Potensial, dan Rambu Sementara, mengatakan SLH merupakan kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai proses ruqatul hilal.

“Acara ini dirancang untuk mengedukasi peserta tentang detail proses pengamatan hilal di Indonesia,” kata Muzli dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu di Jakarta.

Menurut dia, sejumlah target pelatihan adalah pihak-pihak yang terkait dengan ruqatul hilal, seperti Kementerian Agama, pengadilan agama, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, astronom amatir dan pihak yang berkepentingan.

SLH 2022 yang mengangkat tema “Menuju Masyarakat Bersahabat Bersama Rukyatul Hilal”, diikuti 200 peserta dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk komunitas PPMI Assalaam.

Direktur PPMI Assalaam Oripto Mahmoud Yunus mengatakan pesantren yang dipimpinnya memiliki Observatorium Assalaam atau Assalaam Santri Astronomy Club.

Ia berharap pendidikan SLH dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang astronomi.

“Insya Allah keberadaan SLH ini akan semakin memperkuat kecintaan mahasiswa dan masyarakat terhadap astronomi khususnya dan sains pada umumnya,” ujarnya.

Deputi Geofisika BMKG Suko Praitno Adi mengatakan pihaknya memberikan pendidikan, informasi dan pelatihan kepada para penggiat astronomi hilal dan asosiasi astronomi.

Ia berharap pelatihan ini dapat berkontribusi pada rukiatul hilal yang lebih akurat dan berbasis ilmiah.

“Lebih dari 80 persen penduduk Indonesia beragama Islam yang menggunakan penanggalan Hijriah dalam beribadah sepanjang tahun. Jadi ketepatan dan keakuratan ruqatul hilal dalam penanggalan Hijriah itu penting dan krusial,” ujarnya lagi.

Artikel sebelumyaBMKG: Waspadai potensi laut tinggi hingga sangat tinggi di NTT
Artikel berikutnyaBMKG temukan 13 titik api di Kaltim