Beranda Nusantara Sampah dari kapal yang mengambil ikan kaviar mencemari cagar alam Kei Kecil

Sampah dari kapal yang mengambil ikan kaviar mencemari cagar alam Kei Kecil

Dampaknya sangat mengancam kelestarian biota laut dan terumbu karang akibat penangkapan telur ikan terbang.

Langgur (ANTARA) – Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara menilai aktivitas terbang telur ikan di kapal penangkap ikan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara berkontribusi terhadap pencemaran alam bawah laut di sekitar kawasan Taman Laut Pulau Kecil (TPK). Kecamatan Kei Kecil.

“Banyak sampah organik dan anorganik yang dibuang oleh nelayan yang menangkap telur ikan terbang ditemukan di dasar laut sekitar TPK Kei Kechil,” kata mufti, Kepala Dinas Pengembangan Perikanan Kecil Dinas Perikanan Maluku Tenggara itu. A. Ingratubun pada Langgur, Jumat.

Puing-puing itu ditemukan berserakan di bawah air, katanya, setelah dia dan tujuh anggota organisasi konservasi internasional, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, menyelam di perairan Kei Kecil minggu ini.

Penyelaman tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengibaran bendera merah putih di dasar laut dalam rangka memperingati HUT RI ke-76 pada 17 Agustus 2021.

Penyelaman ini juga berusaha membuktikan kebenaran klaim nelayan ikan terbang bahwa limbah mereka dibakar di darat daripada dibuang ke laut.

“Saat menyelam, ternyata nelayan yang menangkap telur ikan membuang sampah ke laut dan tidak membakarnya di darat. Terbukti banyak sampah organik dan anorganik yang mereka gunakan untuk menangkap telur ikan ditemukan berserakan di dasar laut dan menutupi terumbu karang kawasan lindung TPK Kei Kecil,” ujarnya.

Ia menyebutkan fakta dari penyelaman yaitu luasnya pohon kelapa dan pemanfaatan bambu sebagai atraksi ikan untuk flying fish yang menutupi terumbu karang yang masih cukup bagus.

Jumlah ikan penarik yang ditemukan sangat banyak, dan kawasan ini ditempati oleh terumbu karang di kawasan konservasi.

Foto puing-puing yang dibuang oleh nelayan penangkap telur ikan terbang yang bertebaran di bawah air dan menutupi terumbu karang di Kawasan Konservasi Taman Laut (TPK) Pulau Kecil, Kei Kesil, Wilayah Maluku Tenggara, Selasa (17/8). (ANTARA / Cyprian Janjaan)

“Dampaknya sangat mengancam kelestarian biota laut dan terumbu karang akibat penangkapan telur ikan terbang oleh nelayan Andong dari kedua provinsi tersebut,” ujarnya.

Taman Laut Pulai Kecil di Key Kecil merupakan kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah tenggara Maluku. TPK Kei Kecil ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 6/Kepmen-KP/2016 tentang Cagar Alam Pesisir dan Pulau-Pulau, Pulau Kei Kecil, Pulau-Pulau dan Perairan Sekitarnya di Kabupaten Maluku Tenggara. …

Keputusan tersebut bertujuan untuk melindungi, melestarikan dan memanfaatkan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta ekosistem Pulau Kei Kechil, pulau-pulau dan perairan sekitarnya.

Luas total cagar alam kecil TPK Kunci adalah 150 ribu hektar, yang memiliki potensi ikan dan habitat penting seperti terumbu karang, bakau, ganggang, duyung, penyu, paus, lumba-lumba, pelikan dan kearifan lokal masyarakat adat.

Artikel sebelumyaSong Kang dan Han Seo Hee berbicara tentang adegan favorit mereka dari drama "Namun demikian"
Artikel berikutnyaFilm menang di Locarno, Edwin memuji tim dan para pemain pada umumnya.