Beranda News Sahroni: Karya Detasemen 88 Anti Teror Polri perlu diperhatikan.

Sahroni: Karya Detasemen 88 Anti Teror Polri perlu diperhatikan.

Prestasi Squad 88 tentunya patut diapresiasi dan didukung agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memuji kerja Pasukan Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang berhasil menangkap berbagai jaringan teroris di Indonesia.

“Tentunya prestasi Unit 88 ini patut diapresiasi dan didukung agar menjadi lebih baik lagi ke depannya,” kata Sahroni di Jakarta, Senin.

Ia menilai tugas utama Densus 88 adalah memberantas teroris yang melecehkan warga dan negara dengan upaya dan tindakannya.

Namun, kata dia, kritik dari lembaga dan masyarakat terhadap kinerja Densus 88 merupakan hal yang lumrah dan harus dijadikan sebagai insentif untuk perbaikan kinerja ke depan.

“Kritik terhadap Densus 88 adalah hal yang wajar ketika dia mendorong pekerjaannya, terutama di masa depan,” katanya.

Sebelumnya, Satgas 88 Antiteror Polri bersama Satgas Daerah Lampung menangkap empat terduga teroris lagi dari kelompok Jamaa Islamiya (JI) di kawasan Lampung, Jumat (5/11).

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Bagian Humas Kombes Polri, Paul Ahmad Ramadhan mengatakan, empat terduga teroris ditangkap di beberapa lokasi di Lampung dengan penangkapan berturut-turut.

“Densus 88 Antiteror Polri dan Satgasvil Lampung melakukan beberapa penangkapan hari ini, Jumat, 5 November 2021 di Kota Metro, Penengakhan, dan Pekalongan, Lampung Timur,” kata Ramadhan.

Ramadhan menjelaskan, keempat tersangka terorisme yang ditangkap, masing-masing berinisial F (34) dan AA (42), ditangkap di lokasi yang sama di Desa Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung.

“F ditangkap di depan rumahnya tanpa perlawanan pada pukul 07.30 WIB. AA juga ditangkap di depan rumahnya tanpa perlawanan pada pukul 08.00 WIB,” kata Ramadhan.

Kemudian S. (47) ditangkap di Desa Karang Anyar, Desa Klaten, Kecamatan Penengakhan, Kabupaten Lampung Selatan. Kemudian N.A. (42) ditangkap tanpa perlawanan di Jalan Raya Kecamatan Pekalongan, Desa Sidodadi, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, pada pukul 08.30 WIB.

Artikel sebelumyaPKC Menggeledah Aset Puput Tantriana dan Suaminya Tidak Tercatat di LHKPN
Artikel berikutnyaCPC mengeksplorasi peran proxy Budhi Sarvono dalam manajemen proyek.