Beranda Hukum RS Palu Anutapura Siapkan Rehabilitasi Medis Pecandu Narkoba

RS Palu Anutapura Siapkan Rehabilitasi Medis Pecandu Narkoba

Palu (ANTARA) –

Administrasi Rumah Sakit Anutapura milik Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini telah menyediakan klinik rehabilitasi medis bagi para pecandu narkoba di daerah tersebut.
“Poliklinik tersebut berfungsi sebagai fasilitas penerima IPWL untuk Clear Drug Clear (Bersinar) Palu sebagai bagian dari Penyuluhan Pemberantasan,” kata Wakil Walikota Palu Reni Lamajido, Jumat menanggapi pemberian layanan medis. bagi pecandu narkoba.

Menurutnya, IPWL bukan hanya pemberantasan, tetapi juga proses rehabilitasi pecandu narkoba bekerja sama dengan instansi terkait seperti kepolisian, Badan Pemberantasan Narkoba (BNN) dan Kementerian Kesehatan.

Dengan demikian, melalui media ini, pemerintah menghimbau kepada konsumen dan pecandu untuk menyadari dan menemukan kembali jati dirinya tanpa harus mengkonsumsi produk tersebut.

“Keterbukaan publik diperlukan di sini, dan mereka secara sukarela ingin mengatasi penurunan mereka sebelumnya untuk bangkit kembali, karena narkoba tidak hanya mempengaruhi keadaan fisik, tetapi juga keadaan kesehatan,” kata Rennie.
Dikatakannya, upaya tersebut merupakan bagian dari pendekatan preventif, selain tindakan aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait.

Selain upaya pengobatan, Pemkot Palu dan instansi terkait juga melakukan kerjasama dalam upaya pencegahan, dengan melibatkan pemangku kepentingan, organisasi dan lembaga, serta masyarakat, ujarnya.
“Upaya pencegahan harus masif, terutama di kalangan remaja, termasuk kelompok rentan perempuan dan anak-anak. Kita ingin generasi muda bebas dari jeratan zat adiktif, sehingga ini harus menjadi perhatian utama karena pemerintah serius dalam memberantas peredaran narkoba. kata Reni.

Wakil Walikota Palu, Reni Lamagido. ANTARA/Moh Ridvan
Diharapkan klinik pengobatan dan rehabilitasi ini dapat memberikan kontribusi yang besar dalam mengubah dampak peredaran narkoba, serta meningkatkan semangat untuk memberikan layanan konseling.
“Semangat ini seharusnya tidak hanya muncul di awal peluncuran fasilitas tambahan, tetapi semangat ini harus diperkuat untuk membersihkan Palu dari narkoba.

semangat ini bukan hanya di awal, tapi semangat harus dikuatkan dari hari ke hari untuk menjadikan kota Palu bebas narkoba.
Menurut Badan Narkotika Nasional Sulawesi Tengah, ada 52.341 pengguna narkoba di Sulawesi Tengah antara usia 14 dan 64, menempatkan provinsi ini di urutan keempat dalam hal kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
“Palu adalah perwakilan dari Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga pemerintah kota harus membantu pemerintah provinsi mengembalikan citra daerah ini,” kata Reni.

Artikel sebelumyaWalikota Surakarta mendukung penuh acara budaya dan hiburan
Artikel berikutnyapanggung "di bawah gunung berapi" akan diadakan di Ciputra Artpreneur