Beranda Warganet Ratusan kader siap memerangi malaria di Teluk Wondama.

Ratusan kader siap memerangi malaria di Teluk Wondama.

Penempatan tenaga malaria terutama terkonsentrasi di daerah terpencil dan paling terpencil yang sulit dijangkau oleh tenaga medis.

Wasior, Papua Barat (ANTARA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Wondam, Provinsi Papua Barat, telah melatih 150 tenaga ahli pengendalian malaria yang akan diterjunkan ke 76 desa dan satu kecamatan di wilayah tersebut untuk pemberantasan malaria.

Wakil Bupati Teluk Wondama Andarias Kayukatuy di Isei, Minggu (9/10) mengatakan, penyebaran kader malaria terutama terkonsentrasi di daerah-daerah terpencil dan paling terpencil yang sulit dijangkau tenaga medis.

Ia mengatakan dengan strategi ini, diharapkan kasus malaria di Teluk Wondam dapat ditekan bahkan dihilangkan.

“Saat ini sudah dilatih 150 dokter spesialis malaria di 75 desa dan kecamatan di Wasior,” kata Andi, panggilan akrabnya.

Sejak akhir tahun 2021, upaya pengendalian malaria telah dilakukan secara komprehensif di semua sektor melalui pembentukan forum Pusat Malaria Teluk Vondama, katanya.

Menurutnya, upaya pemberantasan malaria di Wondham. juga mendapat dukungan dari UNICEF melalui Trapezia Foundation dan lembaga donor lainnya, yang akan berlangsung hingga tahun 2025.

“Diharapkan dukungan ini dapat terus mendukung upaya pemberantasan malaria di Kabupaten Teluk Wondama,” ujar Andarias Kayukatui.

Sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Teluk Wondam mengingatkan pemerintah daerah bahwa angka wabah malaria di daerah itu masih cukup tinggi.

Perwakilan masyarakat mendesak Otoritas Kesehatan Teluk Wondam untuk terus meningkatkan upaya memerangi malaria melalui upaya pencegahan dan pengobatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Papua Barat Edi Sunandar mengatakan beberapa waktu lalu ada empat kabupaten di Papua Barat dengan jumlah kasus malaria tertinggi, yakni Kabupaten Manokwari, Teluk Vondama, Manokwari Selatan dan Tambrau.

Kasus malaria di Manokwari mencapai 4.845 kasus, Teluk Wondama 1.529 kasus, Manokwari Selatan 1.476 kasus dan Tambrow 519 kasus, menurut laporan Dinas Kesehatan di empat kabupaten.

Artikel sebelumyaIstana Kanoman mengadakan ritual Jimat Panjang, tradisi pembuatan anggur pusaka.
Artikel berikutnyaGubernur Sulawesi Tenggara berterima kasih kepada TNI atas peran aktifnya dalam memerangi COVID-19.