Beranda Hukum PT PAL: Kapal Perang Frigate Dibangun dalam 69 Bulan

PT PAL: Kapal Perang Frigate Dibangun dalam 69 Bulan

Surabaya (ANTARA) – PT PAL Indonesia mengumumkan rencana pembangunan kapal perang. kapal fregat Perintah Kementerian Pertahanan akan dipenuhi dalam waktu 69 bulan dan akan dipenuhi bermain mesin dengan karakteristik 4 x 9100 kW.

Kepala Humas PT PAL Indonesia (Persero) Utario Esna Putra, dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Senin, mengatakan jangka waktu pembangunan kapal tersebut sudah diatur dalam perjanjian jual beli fregat dalam surat TRAK/54/PLN/. 2020 / AL / antara Kementerian Pertahanan dan PT PAL Indonesia (Persero) 30 April 2020

Sebelumnya, perjanjian lisensi ditandatangani (Perjanjian lisensi) antara PT PAL Indonesia dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) sebagai pemasok proyek Arrowhead 140 untuk pembelian 2 (dua) kapal fregat dari Kementerian Pertahanan RI pada 16 September 2021.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Kaharuddin Jenod dan MR CEO Rosyth Royal Dockyard Ltd David Lockwood di depan para saksi saat hadirnya Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto beberapa waktu lalu di London, Inggris.

Pemilihan Babcock sebagai desainer juga disetujui oleh Kementerian Pertahanan RI.

Utario menjelaskan bermain mesin dengan spesifikasi 4 x 9100 kW dapat mengangkat kapal dari kecepatan maksimum hingga 28 knot dalam kondisi MCR (full endurance) pada kecepatan 18 knot pada 9000 mil laut.

Menurut dia, kapal fregat juga akan dilengkapi genset diesel 4×1360 kW dan genset darurat 1X180 kW.

Untuk kenyamanan manuver, kapal dilengkapi dengan pendorong busur 925 kW.

Fregat juga dilengkapi dengan rudal sebagai sistem pertahanan udara yang ciri teknisnya adalah peluncur vertikal jarak menengah (Vertical Launcher).
rudal permukaan-ke-udara jarak menengah) sel 3×8.

Kemudian peluncur rudal vertikal di udara dengan jarak jauh (Peluncur rudal vertikal Suraface ke Udara jarak jauh) 4×8 sel dan peluncur rudal vertikal dari permukaan ke permukaan jarak jauh (Peluncur rudal vertikal dari permukaan ke permukaan jarak jauh) 2×8 sel, yang akan dipasang dengan sistem Fit For But Not With (FFBNW).

Artikel sebelumyaWalikota Tanjungbalai M. Syahrial divonis 2 tahun penjara
Artikel berikutnyaKasal dan PPPM Sepakat Berkolaborasi Memberdayakan Masyarakat Pesisir