Beranda Warganet Proses pembayaran Kementerian Agama untuk pembiayaan BOS madrasah tahap kedua senilai Rp...

Proses pembayaran Kementerian Agama untuk pembiayaan BOS madrasah tahap kedua senilai Rp 3,668 triliun

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Agama saat ini menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap kedua kepada madrasah sebesar Rp 3,668 triliun melalui Dirjen Pendidikan Islam.

“Ditjen Pendidikan Islam sedang dalam proses pencairan dana ke madrasah swasta BOS Tahap II. Anggaran yang harus dibayarkan mencapai Rp 3,668 triliun,” kata Menteri Agama Yakut Cholil Kumas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Menteri Agama mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran biaya operasional (BOP) Madrasah Raudlatul Atfal dan BOS hingga Rp 10.077 triliun pada tahun ini.

Jumlah tersebut terdiri dari Rp 7319 triliun untuk madrasah swasta yang dialokasikan oleh Ditjen Pendidikan Islam, kemudian Rp 1958 triliun untuk madrasah negeri, dan anggaran tersebut sudah dikreditkan ke satker madrasah negeri terkait, dan Rp 800 670 miliar untuk madrasah negeri. RA. yang anggarannya dialokasikan oleh kanwil, kementerian agama provinsi, atau kepala kementerian agama kabupaten/kota.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani merinci anggaran BOS madrasah swasta tahun 2021 sebesar Rp 3,079 triliun yang dialokasikan untuk 3.422.021 siswa Madrasah Ibtidaya (42 persen).

Sebanyak 2,746 triliun rupee untuk 2.496.647 siswa dari madrasah Tsanaviya atau siswa MTS (38 persen). Sedangkan untuk 995.274 siswa madrasah aliyah (MA) dialokasikan Rp 1,492 triliun (20 persen).

“BOP RA dan BOS Madrasah dikeluarkan setiap tahun. BOP RA Rp 600.000 per siswa, BOS MI Rp 900.000 per siswa, BOS MTs Rp 1,1 juta per siswa dan BOS MA Rp 1,5 juta per siswa,” ungkapnya.

Ali mengatakan proses pencairan akan dilakukan pada Agustus. Ia berharap dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya untuk digitalisasi madrasah.

“Tidak menutup kemungkinan proses pembayaran dana bisa dilakukan pada Agustus. Saya berharap dana BOP RA dan BOS Madrasah juga dapat dioptimalkan untuk mendukung peningkatan digitalisasi madrasah,” ujarnya.

Direktur Madrasah Bidang Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Siswa (KSKK) M Isom Juski meminta RA dan madrasah segera memproses pembayaran PB dan PB tahap kedua.

Ada beberapa mekanisme yang perlu diterapkan dan dituangkan dalam pedoman, mulai dari unggah berkas administrasi, cek, hingga teknis pembayaran di bank.

Untuk mempermudah RA dan madrasah, pihaknya menyiapkan layanan digital melalui portal https://bos.kemenag.go.id. Jika ada kendala atau kesulitan, RA dan madrasah juga bisa menghubungi Madrasah Digital Care melalui Whatsapp 081147402020.

“Menggunakan perangkat supervisor sesuai dengan kebijakan yang berlaku dan untuk mempercepat peningkatan hasil pembelajaran. Gunakan alat bos Anda secara efektif dan efisien, akurat, tepat waktu dan dengan laporan yang akurat, ”katanya.

Artikel sebelumya183 tenaga medis Pemkot Banjarmasin terjangkit COVID-19
Artikel berikutnyaImplementasi vaksinasi di Jambi masih rendah