Beranda News Presiden perintahkan audit semua stadion sepak bola di Indonesia

Presiden perintahkan audit semua stadion sepak bola di Indonesia

Jakarta (ANTARA). Presiden Joko Widodo memerintahkan audit seluruh stadion sepak bola di Indonesia untuk mencegah terulangnya tragedi Kanjuruhan.

“Saya juga memerintahkan audit semua stadion yang digunakan untuk liga, baik Ligue 1, Ligue 2, dan Ligue 3, apakah semuanya standar, apakah cukup lebar, apakah gerbangnya berukuran standar. ,manajemen lapangan, siapa yang mengontrol siapa, semuanya,” kata Dr Saiful Anwar, Presiden Rumah Sakit Umum Daerah (RDCH), dari Kota Malang, Rabu.

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iryana Jokowi mengunjungi RSUD dr. Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur, melihat kondisi para penyintas tragedi sepak bola Kanjuruhan.

“Karena kejadian ini kita harus memperbaiki semua manajemen pertandingan, manajemen lapangan, manajemen stadion, kita semua perlu melakukan audit total, kita tidak ingin kejadian seperti ini di Kanjurukhan terjadi lagi di negara kita,” kata presiden. .

Presiden Jokowi menugaskan audit stadion kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

“Saya menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum untuk melakukan audit terhadap bangunan stadion, termasuk seluruh bangunan, semua stadion yang digunakan di liga 1, 2, 3, untuk memperbaiki pintu, gerbang, kemudian posisi bangunan, pagar dan lain-lain, Sehingga keselamatan penonton, keselamatan suporter menjadi hal yang ingin kita utamakan,” kata Presiden Jokowi di Stadion Kanjuruhan.

Selain bertemu dengan para korban, Presiden Jokowi juga mengunjungi Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang untuk mendapatkan gambaran tata ruang stadion yang berkapasitas sekitar 35.000 penonton tersebut.

“Nanti Tim Gabungan Pencari Fakta harus melihat secara detail, tetapi sebagai ilustrasi, saya melihat sebelumnya ada pintu yang terkunci, dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah ada kepanikan, tetapi saya hanya melihat lapangan, nanti semuanya akan disimpulkan oleh tim pencari independen Sekali lagi, yang terpenting semua bangunan stadion akan diperiksa oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Presiden.

Presiden Jokowi juga memberikan waktu kepada Kementerian PUPR untuk meninjau stadion tersebut selama 1 bulan.

“Audit stadion sama, satu bulan, karena jika kita melihat GBC dengan 80.000 penonton, pintu terbuka dalam 15 menit, semua orang bisa keluar. Saya kira kita harus punya standar seperti itu,” tambah Presiden.

Presiden juga menambahkan bahwa Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menyatakan kesediaannya untuk membantu memperbaiki tata kelola.

“Ketika saya berbicara di telepon pada hari Senin dengan Presiden FIFA Giovanni Infantino, dia mengatakan bahwa FIFA siap membantu meningkatkan pemerintahan saat ini. Saya pikir dia membutuhkan penilaian penuh dari segala sesuatu seperti manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, keamanan. Semuanya harus dievaluasi dengan cermat. Semuanya jelas agar kejadian yang terjadi di Stadion Kanjurukhan tidak terulang kembali,” kata Presiden.

Panel Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) yang diketuai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfoud Md, juga bertugas mencari secara detail akar penyebab tragedi Stadion Kanjurukhan.

“Kita tahu bahwa tim pencari fakta bersama yang independen telah dibentuk yang diketuai oleh Menko Polhukam. Kami berharap kelompok ini segera dapat menunaikan tugasnya, sehingga kita mengetahui betul penyebab utama tragedi 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa tim gabungan selanjutnya akan mengumpulkan fakta dan semua informasi dari berbagai pihak, kemudian secara hati-hati menyampaikannya kepada publik. Tim akan berbagi tugas sesuai dengan bidangnya.

“Sanksi PSSI ada. Pelakunya nanti akan diumumkan dari pihak kepolisian, sehingga akan dipisahkan. menyampaikan,” lanjutnya.

Tragedi di Kanjuruhan terjadi setelah kerusuhan meletus setelah penonton turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan usai pertandingan Liga 1 Indonesia antara Arema dan Persebaia Surabaya yang berakhir pada Sabtu (1/10) dengan skor 2:3.

Kerusuhan, yang ditanggapi oleh petugas keamanan dengan gas air mata di tribun penonton, menewaskan sedikitnya 125 orang. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Hofifa Indar Paravansa mengatakan ada 6 kematian lagi sehingga total menjadi 131.

Keenam korban tewas tersebut tidak tercatat oleh Dokpol Polri karena usai tragedi Kanjurukhan, identitas keenam korban langsung diketahui pihak keluarga, yang langsung menguburkannya di pemakaman umum desa sekitar stadion Kanjurukhan.

Artikel sebelumyaPuan Ajak DPR P20 Atasi Gejolak Ekonomi Melalui Multilateralisme
Artikel berikutnyaPolres Singkawang-TNI Tingkatkan Sinergi Jaga Kamtibmas