Beranda News Presiden mendesak daerah untuk mempercepat pelaksanaan belanja APBR

Presiden mendesak daerah untuk mempercepat pelaksanaan belanja APBR

“Ini sangat penting untuk apa yang disebut peredaran uang di daerah, pertumbuhan di daerah”

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pelaksanaan belanja APBD masing-masing yang menurut kajian terakhir hanya mencapai 39,3 persen.

“Hingga saat ini, belanja daerah dan APBD hanya 39,3 persen; hati-hati, hanya 472 triliun rupiah. Padahal, ini sangat penting untuk apa yang disebut peredaran uang di daerah, pertumbuhan di daerah; judul APBD ini segera dirilis untuk beredar di masyarakat. Ini sangat penting,” kata Presiden dalam arahannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis. .

Selain para menteri kabinet maju Indonesia, para kepala daerah juga mengikuti Rakor Nasional Pengendalian Inflasi secara online.

Jokowi mengingatkan, pelaksanaan belanja APBD penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Ia juga menegaskan, uang APBD Rp 193 triliun masih ada di bank.

“Saya cek APBD di bank. Hal-hal kecil seperti ini harus saya periksa dan saya harus tahu berapa banyak uang APBD di bank. Itu masih 193 triliun rupee. Ini banyak.

Ia juga mengingatkan seluruh elemen pemerintah untuk tidak lagi menjalankan prosedur standar yang biasa-biasa saja di tengah krisis global. Situasi global yang sulit, menurut Jokowi, disebabkan oleh masalah pemulihan pasca pandemi COVID-19, diikuti oleh perang dan situasi geopolitik yang mengarah pada krisis pangan, energi, dan keuangan.

“Kami tidak bisa bekerja seperti biasa, kami tidak bisa lagi, karena situasinya tidak normal. Kami tidak bisa bekerja seperti biasa, karena situasinya tidak normal,” kata Presiden.

Dia meminta aparat pemerintah bekerja tidak hanya pada aspek makro, tetapi juga pada aspek mikro, bahkan secara detail melalui angka dan data. Indikator-indikator tersebut penting untuk menahan laju inflasi yang mencapai 4,94 persen pada Juli 2022 (YoY), terutama karena fluktuasi inflasi pada kelompok makanan sebesar 11,47 persen (YoY).

Tingkat inflasi nasional berada di atas sasaran inflasi 3 persen +/- 1 persen.

Artikel sebelumyaKilas Nusantara di antara hari
Artikel berikutnyaHWG ke-3 Membahas Pengembangan Vaksin dan Diagnosis yang Adil