Beranda News Presiden mempertimbangkan secara langsung transfer bansos di Kepulauan Aru

Presiden mempertimbangkan secara langsung transfer bansos di Kepulauan Aru

Jakarta (ANTARA). Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung penyerahan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, yang dilakukan di kantor pos Dobo, Kamis.

Jokowi mengatakan, sejauh ini pemerintah telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada penerima manfaat di 461 kabupaten dan kota.

“Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan (sampai) 8.179.000 (orang), dan jumlah ini meningkat menjadi 461 kabupaten dan kota. Kemarin 431, sekarang 461, lompatannya sangat cepat,” kata Jokowi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia berharap, kecepatan penyebaran BLT BBM akan berdampak baik terhadap daya beli masyarakat guna menyelamatkan perekonomian nasional.

“Kami berharap dengan penyebaran BBM BLT, daya beli masyarakat, konsumsi masyarakat tidak berkurang,” imbuhnya.

Selain BLT BBM, Jokowi juga memberikan bantuan sembako dan BLT lainnya kepada peserta Keluarga Harapan (PKH).

Pengecekan penyerahan bansos di kantor pos Dobo merupakan kegiatan kedua Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke Kepulauan Aru.

Sebelumnya, sesaat setelah mendarat di Bandara Rar Gwamar, Dobo, Jokowi dan Iriana beserta rombongan menyempatkan diri mengunjungi pasar Jargariya, memberikan bantuan sosial kepada pasar dan pedagang kaki lima.

Dopo Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Bupati Kepulauan Aru Yohan Gonga.

Selain itu, Jokowi berencana melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Maluku Barat Daya untuk memverifikasi pemberian bansos dan mengunjungi Desa Verwara untuk berdialog dengan peternak kerbau.

Artikel sebelumyaBawaslu Kepri yakin peminat Panwascam akan bertambah karena iurannya naik.
Artikel berikutnyaDr Mahfood mengatakan bahwa semua produk hukum harus berdasarkan Pancasila.