Beranda News Presiden Jokovi akan bertemu dengan Perdana Menteri Dubai

Presiden Jokovi akan bertemu dengan Perdana Menteri Dubai

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo bertolak ke Dubai, Uni Emirat Arab untuk bertemu dengan Perdana Menteri/Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

“Besok Presiden akan meninggalkan Abu Dhabi melalui darat menuju Dubai untuk melakukan berbagai kegiatan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsoudi di Abu Dhabi, Rabu (3/11).

Djokovi dan rombongan berangkat ke Dubai dengan transportasi darat sekitar pukul 10.20 waktu setempat dari hotel tempat mereka bermalam di Abu Dhabi.

Menurut Marsudi, dalam pertemuan antara Djokovi dan Al-Maktoum itu, mereka akan menyaksikan pertukaran kesepakatan kerja sama, baik bisnis dengan bisnis, maupun pemerintah dengan pemerintah.

“Untuk G2G, akan ada 10 kesepakatan antara pemerintah dan pemerintah, antara lain promosi investasi, perpajakan, kerja sama antar bank sentral, saling pengakuan vaksin dan digital stronghold untuk memfasilitasi mobilitas, pariwisata, kemudian sertifikat dan pelatihan kru. anggota, pendidikan dan pelatihan diplomat, serta pengelolaan hutan mangrove,” kata Marsoudi.

Usai bertemu dengan Al Maktoum, kata dia, Djokovi berencana mengikuti forum bisnis, yakni pertemuan dengan pengusaha dan investor dari Uni Emirat Arab yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil. Lahadalia.

“Juga akan ada pertemuan singkat dengan investor AS yang akan kembali dipimpin oleh menteri investasi,” katanya.

Menyelesaikan kegiatannya di Dubai, Djokovi akan mengunjungi dan juga meninjau paviliun Indonesia di Dubai Expo. Ia dan rombongan kemudian akan langsung menuju Bandara Internasional Al Maktoum untuk kembali ke Tanah Air.

“Pak Presiden beserta rombongan insya Allah akan kembali ke Indonesia dan tiba di tanah air pada Jumat (5 November),” ujarnya.

Artikel sebelumyaFilm Marvel "Abadi" box office terbaik di korea selatan
Artikel berikutnyaMahfud MD meminta restorative justice dijaga dari pengaruh industri hukum