Beranda Hukum Polri menugaskan Polda Sulsel untuk mengusut kasus gangguan paksa di Luvu Timur.

Polri menugaskan Polda Sulsel untuk mengusut kasus gangguan paksa di Luvu Timur.

Tidak (Catatan Ed.), sehingga kasusnya masih ditangani oleh Polres Soulses. Tim dari Mabes Polri turut membantu mengungkap kasus ini.

Jakarta (ANTARA) – Bareskrim Polri menugaskan Polda Sulsel khususnya Polres Luvu Timur untuk mengusut kasus dugaan penyerangan terhadap tiga anak di bawah umur di Kabupaten Luvu Timur.

Brienne Paul Rusdi Hartono, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Departemen Humas Polri, dalam jumpa pers di Kantor Humas Polres Jakarta Selatan, Minggu, mengatakan Mabes Polri adalah Polri di kasus. Departemen Reserse Kriminal tidak akan menangani kasus ini, tetapi akan memberikan bantuan dan bantuan kepada polisi setempat.

“Tidak (ambil alih, red.), Jadi kasus ini masih ditangani Polres Soulses. Tim dari Ditjen Polri membantu menyelesaikan kasus ini,” kata Rusdi.

Selain itu, Rusdi mengatakan Polri banyak mendapat informasi dari berbagai pihak terkait dugaan campur tangan di Luva Timur. Untuk itu, polisi mendengarkan, menghargai dan menghormati semua usulan tersebut.

Menurut Rusdi, karena perkembangan terakhir penyidikan kasus tersebut, telah terjalin hubungan antara Polsek Luvu Timur dengan ibu korban.

“Kapolsek Luvu Timur Sylvester Simamora mengambil langkah untuk tetap berhubungan dengan orang tua korban. Dia bertemu dengan ibu korban,” kata Rusdi.

Dalam pertemuan itu, menurut Rusdi, dijelaskan langkah-langkah yang dilakukan Polsek Luvu Timur jika terjadi perkosaan dengan kekerasan.

“Dan ibu korban paham dengan langkah tersebut, komunikasi juga bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Barescream Polri telah mengirimkan tim ke Polres Sulses, khususnya Polres Luvu Timur, yang akan mengaudit langkah-langkah kepolisian yang dilakukan penyidik ​​dalam menangani kasus tersebut dan tentunya membantu penyidik. jika di kemudian hari penyelidikan kasus ini akan diulang ketika ditemukan bukti baru.

“Tentunya Polri, penyidik ​​akan kembali mengusut kasus ini, tentunya secara profesional, transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Rusdi menambahkan, bukti baru akan dihadirkan kepada para korban dan polisi, dalam hal ini Polres Luvu Timur dan Polda Sulsel, menunggu bukti agar penyidikan kasus penyerangan tidak disengaja itu bisa dibuka kembali. …

“Informasi yang kami terima akan dihadirkan dengan bukti baru, polisi akan menunggu. Ketika bukti baru diperoleh, polisi akan menyelidikinya,” kata Brigjen Paul. Rusdi.

Artikel sebelumyaCillian Murphy membintangi film baru oleh Christopher Nolan
Artikel berikutnyaPolri tegaskan penghentian kasus paksa di Luvu Timur sesuai prosedur