Beranda Hukum Polres Samosir di Sumut mengungkap kasus perjudian dan prostitusi

Polres Samosir di Sumut mengungkap kasus perjudian dan prostitusi

Perjudian dan prostitusi merupakan penyakit masyarakat (konsentrasi) dan harus diberantas oleh instansi kepolisian.

Medan (ANTARA) – Kepolisian Resor (Polres) Samosir dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) mengungkap kasus perjudian dan prostitusi yang melecehkan masyarakat di daerah tersebut.

“Perjudian dan prostitusi adalah penyakit masyarakat (konsentrasi) dan harus diberantas oleh polisi,” kata Joshua kepada wartawan di Mapolres Sumut, Medan, Rabu.

Dikatakannya, sudah menjadi tugas kepolisian untuk menindak segala bentuk perjudian dan prostitusi karena hal tersebut sangat memprihatinkan masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi tentang praktik perjudian dan prostitusi di wilayah hukum Polres Samosir,” ujarnya.

Joshua berharap setiap informasi yang diberikan publik harus disertai bukti dan petunjuk data untuk langkah awal penyidikan.

“Informasi dari masyarakat sangat penting bagi kami sebagai bagian dari upaya penyelidikan kami. Tentunya kami berharap informasi yang diberikan akurat sehingga dapat kami proses lebih cepat,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, sebagai bentuk komitmen pemberantasan perjudian antara Agustus hingga September 2021, pihaknya berhasil mengusut 8 kasus perjudian di bawah yurisdiksi Polres Samosir. Terkait kasus prostitusi, pihaknya sedang mengusut LP/A-267/X/2021/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES SAMOSIR/POLDASU pada 4 Oktober 2021, Rosdiana Br Pasaribu melaporkan.

“Terlapor diduga melakukan tindak pidana karena kebiasaannya dengan sengaja melakukan atau memfasilitasi perbuatan asusila terhadap orang lain, serta melanggar Pasal 29 KUHP,” ulangnya.

Kapolres menambahkan, dalam kasus prostitusi, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp 200.000,- satu celana dalam warna hijau, satu pengganggu, satu seprai biru, satu kaos hitam, satu rok hitam, dan tiga telepon genggam.

Artikel sebelumyaDinas Kesehatan Jember: Siswa Meninggal Bukan Karena Vaksin COVID-19
Artikel berikutnyaPemkab Sleman melakukan pabrik tembakau ilegal