Beranda Hukum Polres Mataram Tembus Peredaran Narkoba dengan Modus Bengkel

Polres Mataram Tembus Peredaran Narkoba dengan Modus Bengkel

Dua mekanik juga ditangkap karena dicurigai terlibat dalam penjualan metamfetamin.

Mataram (ANTARA) – Kepolisian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengungkap kasus dugaan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan cara merintis usaha reparasi mobil.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polsek Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama di Mataram, Rabu mengatakan, modus peredaran itu terungkap setelah timnya menemukan barang bukti beberapa klip plastik bening berisi sabu yang disembunyikan di dalam mesin kompresor di sebuah gudang. bengkel milik seorang tersangka kriminal berinisial M.S.(38).

“Dari hasil penggeledahan di lokasi, kami menemukan barang bukti narkoba. Barang buktinya sudah berupa kantong, siap edar, dibungkus kantong plastik hitam dan dimasukkan ke mesin kompresor,” kata Yogi.

Menemukan barang bukti yang tersimpan rapi di mesin kompresor, Yogi dan anggotanya langsung membawa masuk pemilik bengkel berinisial M.S. ke Polsek Mataram.

“Kami menangkapnya karena dicurigai menjual metamfetamin,” katanya.

Ia menjelaskan, MS ditangkap oleh kelompoknya saat berada di tempat kerjanya di Ampenan, Kota Mataram, Rabu (9/9). NONA. ditangkap bersama dua anak buahnya, bekerja sebagai tukang kunci berinisial MH (18) dan P.S. (27).

“Kami juga menangkap dua mekanik ini karena dicurigai terlibat dalam penjualan sabu,” katanya.

Dilihat dari pemeriksaannya, lanjut Yogi, cara penjualan obat-obatan dalam bentuk serbuk kristal putih ini terkesan hanya khusus bagi pembeli yang mereka kenal.

“Jadi mereka tidak menjual ke semua orang, pelanggan khusus, tetapi hanya kepada orang-orang terkenal,” katanya.

Selain menyita sedikitnya 5 gram sabu, polisi juga menyita alat dan alat sabu untuk mengemas paket siap edar, termasuk beberapa klip plastik kosong.

Ternyata M.S. dalam catatan kepolisian, hanya berwenang melakukan penangkapan di Lapas Mataram karena kasus peredaran narkoba serupa.

“Dia adalah tahanan yang dibebaskan. Dia baru saja keluar, dia berakting lagi,” katanya.

Selain itu, Yogi memastikan kasus ini diselidiki. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mempelajari peran pemasok.

“Siapa di atasnya? Kami telah mengidentifikasi dia. Sedang dalam pengembangan dan studi lapangan,” kata Yogi.

Meski kasus ini berpeluang berkembang ke arah pemasok, ia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan M.S. dan dua bawahannya mengkonfirmasi tanda-tanda tindak pidana.

Yogi menjelaskan hal ini sesuai dengan ketentuan pidana pasal 112 dan/atau pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.

“Untuk ditetapkan sebagai tersangka, kami masih akan mengajukan kasus terlebih dahulu,” katanya.

Artikel sebelumyaKapolri meminta generasi muda untuk tetap menjaga persatuan dalam keberagaman
Artikel berikutnyaPolisi menangkap seorang penjahat yang melakukan pembunuhan seorang siswa sekolah menengah di perkebunan karet.