Beranda Hukum Polres Malang Selidiki Dugaan Kasus "jimat" mukena

Polres Malang Selidiki Dugaan Kasus "jimat" mukena

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Kepolisian Resor (Polresta) Kota Malang saat ini tengah menyelidiki pengaduan terkait dugaan kasus tersebut. jimat Mukena, dekat Malang, Jawa Timur, setelah menerima pengaduan dari korban yang merasa tersinggung.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Kota Kompol Tinton Yuda Riambodo di Malang, Jawa Timur, Jumat mengatakan pihaknya masih perlu mengusut lebih lanjut dugaan tersebut. jimat muken untuk menetapkan adanya unsur pidana dalam pengaduan.

“Kita perlu mencari tahu apakah ini tindakan kriminal atau tidak. Kami perlu menganalisis kasus ini untuk melihat apakah itu bisa dianggap kriminal, ”kata Tinton.

Jimat Ini adalah gangguan ketertarikan seksual yang intens terhadap benda mati atau bagian tubuh yang biasanya tidak dianggap sebagai alat kelamin. Jika fetish mulai mengganggu fungsi seksual atau kehidupan sosial seseorang, itu dapat diklasifikasikan sebagai gangguan.

Tinton mengklarifikasi bahwa pihaknya saat ini sedang menyelidiki dan menganalisis dugaan kasus dugaan. jimat mukena. Menurutnya, keterangan saksi dan alat bukti merupakan hal penting untuk menentukan unsur pidana dalam pengaduan.

Dia menambahkan, korban lain yang merasa terluka seharusnya mengajukan pengaduan serupa ke polisi. Petunjuk-petunjuk ini nantinya akan menjadi faktor penentu adanya unsur pidana dalam pengaduan.

“Karena bukti, petunjuk, dan keterangan saksi penting dalam menentukan apakah suatu perkara bisa dipidana,” katanya.

Sejumlah terduga korban jimat di Kota Malang, Jumat (20 Agustus) mendatangi Polres Malang untuk melaporkan dugaan kejadian tersebut. jimat muken yang mereka alami. Salah satu korban berinisial A.R. mengajukan pengaduan atas tuduhan tersebut. jimat mengajukan.

A.R. menambahkan bahwa dalam pengaduannya dia mewakili sekitar sepuluh korban. Rata-rata, korban merasa tersinggung karena foto mereka saat mengenakan muken diduga dijadikan objek. jimat tersangka pelakunya.

Kasus ini muncul setelah salah satu korban berinisial JT dibuat sebuah utas di akun Twitter pribadinya tentang tuduhan itu jimat mengajukan. Setelah itu, beberapa wanita lain juga mengaku pernah mengalami hal yang sama.

JT, seorang model wanita asal Malang, Jawa Timur, diduga menjadi korban. jimat seseorang yang memiliki akun media sosial. Peristiwa itu terjadi setelah seorang korban wanita melakukan pemotretan untuk produk mukena.

Awalnya, tersangka berinisial D mengaku sebagai pemilik toko online yang menjual barang-barang Muken. Tersangka meminta korban melakukan dua kali pemotretan untuk mengiklankan mukena yang dijualnya.

Namun, foto-foto tersebut, menurut tersangka D, tidak digunakan untuk mengiklankan produk Muken yang ia jual. Alih-alih, unggah foto ke akun yang seharusnya merupakan akun. jimat milik D

Artikel sebelumyaSinema Indonesia Tuntut Sinergi Pemerintah dan Swasta
Artikel berikutnyaPolisi: pengedar narkoba menggunakan wanita sebagai kurir