Beranda Warganet Polres Madioun Bagikan 1.250 Paket Sembako kepada Warga terdampak COVID-19

Polres Madioun Bagikan 1.250 Paket Sembako kepada Warga terdampak COVID-19

Madiun, Jawa Timur (ANTARA) – Polres Madiun, Jawa Timur (Polres) memberikan 1.250 paket sembako gratis kepada warga di wilayah yang terdampak pandemi COVID-19.

Kapolres Madioun Juri Leonard Siahan di Madioun mengatakan pada Minggu bahwa pembagian sembako gratis seharusnya untuk mengurangi beban masyarakat dari wabah COVID-19 yang masih berlangsung.

“Selain itu, pembagian 1.250 paket sembako kepada masyarakat terdampak COVID-19 di kawasan Madioun Regensi juga merupakan bagian dari konteks bakti sosial Bhayangkara untuk negara,” kata Juri AKBP Leonard.

Sementara itu, pembagian sembako secara simbolis dilakukan Kapolres Madioun bersama Kapolres Madioun ke sasaran di halaman Mapolres Midioun. Sasarannya antara lain tukang becak, pedagang kecil, sopir valet, dan pemulung.

Pembagian sembako selebihnya dilakukan di Polsek 13 Polres Madioun. Nantinya, petugas Bhabinkamtibmas akan mendatangi setiap rumah warga yang layak agar tidak terjadi keramaian di setiap halfsek.

“Pendistribusian ini kami upayakan semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan kerumunan orang yaitu door to door langsung ke rumah warga yang membutuhkan,” kata Yuri Leonard.

Paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, mi instan, gula pasir, minyak sayur, masker, dan lainnya.

Kapolres Madiuna berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kami memahami dengan adanya PPKM darurat maka pemenuhan kebutuhan hidup semakin sulit. Karena pihak kepolisian Madioun memberikan sedikit bantuan kepada kalian semua, semoga bisa bermanfaat,” ujarnya.

Kapolres juga mengimbau kepada penerima manfaat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, membatasi mobilitas dan menjauhi keramaian.

“Tolong sampaikan kepada keluarga dan teman-teman agar tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 khususnya di wilayah Kabupaten Madioun,” ujarnya.

Secara total, kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Madioun mencapai 4.995 hingga Minggu (7 November). Dari jumlah tersebut, 4.409 orang sembuh, 262 orang masih dalam pengawasan, dan 324 orang meninggal dunia.

Penambahan kasus baru terkonfirmasi pada Minggu ini sebanyak 56 orang, sembuh 24 orang dan meninggal 11 orang.

Artikel sebelumyaBMKG: gempa di Kepulauan Talaud tidak berpotensi tsunami tak
Artikel berikutnyaPresiden mengimbau masyarakat secara fisik dan mental berupaya mengatasi pandemi.