Beranda Hukum Polres Lhokseumawe tangkap lima pelaku luka tusuk

Polres Lhokseumawe tangkap lima pelaku luka tusuk

Banda Aceh (ANTARA) – Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumave, Aceh menangkap lima terduga pelaku penusukan, tiga di antaranya masih di bawah umur.

Kapolres Lhokseumwe AKBP Henky Ismanto melalui Kapolsek AKP Zeska Julian Tarun Wijay melaporkan di Lhokseumawa, Kamis, korban Muhammad Rizki (22), warga Desa Jalan Uli, Kecamatan Banda Shakti, Kota Lhokseumave.

“Insiden penusukan dengan parang dan arit oleh lima pelaku terjadi di depan sebuah kafe di Kota Lhokseumawa pada Senin (19 September) sekitar pukul 01.00 WIB,” kata Zeska Julian.

Zeska Julian melaporkan bahwa F.R. (19 tahun) dan M.Z. (19 tahun), serta tiga orang lainnya berusia 16 dan 17 tahun. Pelakunya adalah warga kota Lhokseumave, Provinsi Aceh.

Kapolsek pertama menyatakan, akibat luka tusuk tersebut, korban, Muhammad Rizki, mengalami luka serius di bagian kepala, punggung kanan, dan tulang rusuk kanan.

“Empat tersangka pelaku diamankan di Polsek Lhokseumave. Sedangkan satu pelaku diamankan di Polsek Banda Shakti Kota Lhoksemawe karena terlibat kasus lain,” kata Zeska Julian.

Menurut Kapolsek Lhokseumawe Satreskrim, selain mengamankan pelaku, penyidik ​​juga mendapatkan barang bukti dua jenis senjata tajam, yakni parang dan arit.

Zeska Julian Taruna Wijaya mengatakan, penusukan dimulai saat korban dan rekannya berjalan melewati sekelompok anak muda dan tiba-tiba dihentikan. Kemudian salah satu penjahat bertanya, “Siapa kamu?”

Korban dan rekannya kemudian menjawab bahwa mereka adalah warga Desa Uteun Bayi, Lhokseumawe. Selain itu, pelaku langsung mengacungkan parang dan memukul korban.

“Saksi atau rekan korban mengambil kayu bakar dan mengejar pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor menuju Kota Lhoksumawa, namun nihil,” ujarnya.

Selain itu, menurut Zeska Julian, keluarga korban sudah mengajukan permohonan ke Pusat Pelayanan Gabungan Polisi (SPKT) Polres Lhoksemawe untuk pertimbangan lebih lanjut. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap pelaku secara individu di kota Lhokseumawa.

Zeska Julian menyatakan bahwa pelaku ditangkap berlapis-lapis, melanggar UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, digabungkan dengan ayat (2E) pasal 170 KUHP, digabungkan dengan ayat (2) pasal 351 KUHP. , digabungkan dengan pasal 338. KUHP .

Dan Pasal 76C jo ayat (1) Pasal 80 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Anggaran Rumah Tangga Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pelanggar Sistem Peradilan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” kata Zeska Julian Taruna Vijaya.

Artikel sebelumyaPolisi Selidiki Bentrokan Mahasiswa Antar Rumah di USK Banda Aceh
Artikel berikutnyaDewan adat berharap bahwa Lucas Enembe akan memiliki hati yang besar untuk menentang PKC.