Beranda Hukum Polres Karawang selidiki dugaan penganiayaan wartawan

Polres Karawang selidiki dugaan penganiayaan wartawan

Pemeriksaan dilakukan terhadap orang yang dinyatakan (termasuk pejabat berinisial A.A.),

Karawang (ANTARA) – Polres Karawang Polda Jawa Barat masih mendalami dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap dua warga yang merupakan wartawan oknum pejabat pemerintah Kabupaten Karawang.

“Para tersangka (termasuk pejabat berinisial AA) sudah diperiksa,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Karawang, Arif Bastomi, Selasa di Karawang.

Ia mengatakan, penyidikan terhadap para tersangka tersebut dimulai pada Senin malam (26 September) hingga Selasa malam.

Empat orang dilaporkan telah diperiksa penyidik ​​Satreskrim Polres Karawang. Masing-masing berinisial AA, RA, L dan D.

AA, RA dan L adalah pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan Kabupaten Karawang. Sementara, yang bernama berinisial D itu bukan PNS, melainkan pengurus ASkab PSSI Karawang.

Kuasa hukum kelompok dalam kasus tersebut, Maurice Moy Purba S.H. menyatakan bahwa penyidikan yang dilakukan penyidik ​​terhadap kliennya masih berupa saksi.

“Klien kami diperiksa sebagai saksi dari Senin malam hingga Selasa sore,” katanya kepada wartawan.

Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap dua warga yang merupakan wartawan, pejabat tidak jujur ​​di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang terjadi pada akhir pekan lalu atau pada malam Sabtu (17 September) hingga Minggu pagi (18 September). .

Dua orang yang menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan pejabat Pemkab Karawang yang juga pimpinan Askab PSSI Karawang, yakni Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa.

Peristiwa tersebut bermula dari postingan media sosial yang dianggap provokatif dan menyudutkan Persika 1951, salah satu klub sepak bola Karawang.

Senada dengan keterangannya, Gusti sebelumnya mengaku sempat ditawan, dianiaya dan dicekok paksa minuman beralkohol saat kejadian, hingga terlapor memaksanya minum air seni.

Korban menghubungi Polsek Karawang pada Senin (19 September) malam dengan nomor protokol STTLP/1749/IX/2022/SPKT.Reskrim/Polres Karawang/Polres Jawa Barat.

Terkait pernyataan Gusti, tim hukum melaporkan bahwa Simon Fernando Tambunan S.H. menyatakan bahwa informasi yang diberikan kepada Gusti adalah berita bohong atau informasi yang diyakini menimbulkan masalah.

“Sebelumnya kami mohon maaf, kami tidak akan mengajar atau membimbing rekan-rekan wartawan kami, kami hanya mengklarifikasi fakta,” katanya.

Dia mengirimkan klarifikasi agar pertimbangan kasus ini jelas “duduk” masalah. Juga telah disampaikan agar tidak ada kepentingan pribadi yang dikaitkan dengan profesi.

“Kami telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung keadilan dengan melaporkan berita palsu atau informasi yang menimbulkan masalah,” kata Simon.

Tim hukum lainnya dikabarkan, Jonathan A. Bascoro, mengatakan pihaknya mengambil langkah untuk menegakkan keadilan agar penyidik ​​Satreskrim Polri bersikap objektif dan melihat kasus (peristiwa) secara utuh.

“Oleh karena itu, kami melaporkan yang bersangkutan (Gusti) ke Polres Karawang tentang berita bohong, sebagaimana diatur dalam Pasal 14 KUHP,” ujarnya lagi.

Laporan tersebut bernomor STTLP/1795/IX/2022/SPKT/Polres Karawang/Polda Jawa Barat.

“Alhamdulillah laporan kami diterima dengan baik oleh Polres Karawang,” kata Jonathan.

Artikel sebelumyaPolisi pindahkan jenazah nelayan di perairan Anambas
Artikel berikutnyaBNPT melaksanakan program deradikalisasi di Morovali melalui KTN