Beranda Hukum Polres Indramayu tangkap bandar besar narkoba tanpa izin

Polres Indramayu tangkap bandar besar narkoba tanpa izin

Indramayu (ANTARA) – Satuan Narkoba Polda Indramayu, Jawa Barat menangkap pengedar dan pengedar narkoba besar tanpa izin dengan barang bukti sebanyak 211.500 butir.

“Kami menerima 211.500 butir barang bukti dari seorang pengedar berinisial AC (Agus Kasdika),” kata Assisten Kapolres Indramay M. Lukman Sharif di Indramay, Jumat.

Lukman mengatakan tersangka, Agus Kasdika, pengedar narkoba, merupakan warga Blok Teluk, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Penyerang menghasilkan ratusan juta transaksi setiap kali.

Tersangka, lanjut Luckman, ditangkap setelah pihaknya menahan seorang pengedar berinisial AP yang menyita 2.200 butir obat keras dari tangan tersangka.

Kemudian, setelah diinterogasi, tersangka AP mengakui bahwa obat keras itu dibeli dari seorang pedagang bernama Agus Kasdika.

“Saat diinterogasi, AP mengaku narkoba itu didapat dari AC (Agus Casdika) yang merupakan tetangganya. Saat itu, kami langsung melancarkan penganiayaan dan berhasil mengamankan AC di rumahnya dengan menyita barang bukti sebanyak 211.500 butir pil,” ujarnya. …

Sedangkan obat yang dilindungi antara lain dextro, heximer, tramadol dan lain-lain. Sedangkan omzet bisnis haramnya mencapai Rp 250 juta untuk setiap transaksi.

Lukman menambahkan, berbekal informasi dari Agus Casdika, pihaknya masih terus melecehkan S karena menjadi pemasok obat keras.

“AC (Agus Casdika) mengaku narkoba itu dibawa dari luar kota oleh seseorang berinisial S, dan masih kami kejar,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka diduga melanggar ketentuan Pasal 196 dan/atau Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009.

Tersangka menghadapi hukuman 5 hingga 20 tahun penjara atau denda 1 hingga 10 miliar.

Selain menangkap seorang bandar besar, Satnarkob, Polres Indramai juga berhasil menangkap tujuh bandar, dan semua tersangka saat ini berada di Mapolres Indramai.

Artikel sebelumyaWako Erman menjawab bahwa fotonya menjadi profil media sosial ASN Bukittinggi
Artikel berikutnyaWapres berharap revisi UU ASN tidak melemahkan reformasi birokrasi.