Beranda Hukum Polisi Terapkan Artikel Berlapis untuk Orang Asing China, Bos, Pinjaman Ilegal

Polisi Terapkan Artikel Berlapis untuk Orang Asing China, Bos, Pinjaman Ilegal

Jakarta (ANTARA) – Badan Reserse Kriminal Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menerapkan klausul berlapis pada WJS, nama samaran John, warga negara China yang menjadi dalang pinjaman “online” ilegal dari United – Innovative Savings dan Koperasi Peminjaman (KSP) (IMB).

Menurut Kasubag IV Dittipideksus Bareskrim Kombes Pol. Andri Sudarmadi, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, tersangka dijerat Pasal 311 KUHP Pasal 45b Joe. Pasal 29 dan/atau Pasal 45 ayat 1 Jo. Pasal 27 (1) dan/atau Pasal 45 (3) Jo. Pasal 27 ayat 3 dan / Pasal 45 ayat 4 Jo. Pasal 27 ayat 4 dan / Pasal 1 ayat 1 Jo. Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 mengubah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian pasal 115 Jo. Pasal 65 (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan tumpang tindih dengan Pasal 62 (1) Jo. Ayat 1 Pasal 8 Undang-Undang Nomor 88 Tahun 1999 tentang Perlindungan Hak Konsumen. Kemudian ditambah lagi dengan pasal 82 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Terakhir, Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Hukumannya maksimal 20 tahun, denda maksimal Rp 10 miliar,” kata Andri.

WJS alias John, warga negara China, ditangkap penyidik ​​dari Dittipideksus Bareskrim Polri pada 2 November 2021 di Bandara Soekarno Hatta, Chenkareng, saat hendak melarikan diri dari Indonesia ke Turki.

Andri menjelaskan, penangkapan WJS itu berdasarkan hasil interogasi sejumlah tersangka jaringan pinjam meminjam uang ilegal, yang ditangkap lebih awal dan dibebaskan saat kasus peminjaman uang ilegal itu diselesaikan pada 15 Oktober 2021.

“Berdasarkan keterangan tersangka sebelumnya dari perusahaan transfer dana yang mengarah ke WJS alias John, dia bertindak sebagai direktur komersial dan pemilik KSP IMB. Kemudian dia juga merekrut orang untuk karyawan KSP IMB, dia juga mencari pinjaman ilegal yang ada untuk menjadi mitra KSP IMB,” jelasnya.

Andri menambahkan, dengan mengungkap jaringan pinjaman ilegal ini, pihaknya telah menangkap tersangka di seluruh jaringan, mulai dari “kolektor” (kolektor) hingga perusahaan kredit ilegal seperti milik WJS dan perusahaan transfer dana. Akibatnya, mungkin ada artikel bertingkat dalam tanggung jawabnya. Sebanyak 13 tersangka ditangkap dalam jaringan ini.

Artikel sebelumyaBabel, provinsi percontohan untuk mereplikasi inovasi layanan publik
Artikel berikutnyaBPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Pengesahan RAPBR Jambi