Beranda Nusantara Polisi Taputa serahkan bayi orangutan yang diselamatkan warga ke BKSDA

Polisi Taputa serahkan bayi orangutan yang diselamatkan warga ke BKSDA

Medan (ANTARA) – Polres Tapanuli Utara menyerahkan satu ekor anak orangutan tapanuli (Pongo Tapanuliensius) yang diselamatkan warga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Seksi IV Tarutung, Sumatera Utara.

Dua warga yang menyelamatkan anak orangutan terlantar di Aek Sorminan pada Rabu (28 September) adalah Luas Sitompul (40) dan Noel Sitompoul, kata Kapolsek Taput AKBP Johanson Siantouri di Tarutung, Kamis.

Mereka adalah warga Desa Sitoluoppu, Kecamatan Pahae Jae, Kecamatan Taput. Bersama Kepala Desa Sitoluoppu, mereka menyerahkan bayi orangutan tersebut ke Polsek Taputa, kata Sianturi.

Siantouri mengatakan Luas dan Noel terlibat dalam penyelamatan satwa yang dilindungi itu ketika mereka pergi ke hutan sekitar desa untuk mengumpulkan durian.

Di sana mereka menemukan satu-satunya bayi orangutan sedang memakan durian yang jatuh. Melihat hal itu, mereka melepaskan bayi orangutan karena mengira induknya bersembunyi untuk menjaga bayinya.

Broad dan Noel mengatakan mereka menunggu sampai senja, tetapi bayi orangutan ditinggalkan sendirian di tanah, tanpa ibu, kata Sianturi.

“Selain itu, dua warga ini berinisiatif untuk mendekati anak orangutan malang itu,” ujarnya.

Hewan itu juga mendekati Ford dan Noel. Kemudian mereka memutuskan untuk menyelamatkan hewan itu. “Luas Sitompoul mengambil orangutan itu, membawanya ke desa dan melaporkannya ke kepala desa,” katanya.

Menyadari ada peraturan tentang perlindungan satwa yang dilindungi, kepala desa setempat menghubungi polisi Taputa dan kemudian menyerahkan anak orangutan itu ke polisi resor, kata Sianturi.

“Untuk menyelamatkan diri, polisi Taputa menyerahkan bayi orangutan ini ke BKSDA Departemen IV Tarutunga,” katanya.

Menurut Manigor Lumbanthor, petugas BKSDA Provinsi Sumut, bayi orangutan tersebut akan dirawat sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Ia pun memuji inisiatif dua warga dan pihak kepolisian Taput yang turut membantu mengelola satwa yang dilindungi tersebut.

Artikel sebelumyaAda 74 gempa bumi di Gunung Merapi.
Artikel berikutnyaHujan diperkirakan akan turun di beberapa kota besar