Beranda Hukum Polisi tangkap ketua AEKI Lampung karena penggelapan dana Rp 1,6 miliar

Polisi tangkap ketua AEKI Lampung karena penggelapan dana Rp 1,6 miliar

Setelah kopi dijual, terdakwa tidak memberikan uang hasil penjualan kopi kepada korban.

Bandarlampung (ANTARA) – Anggota Subdit Ditrecrime III Polda Lampung menangkap Juprius Lampung, Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Kopi Indonesia (AEKI), atas dugaan menggelapkan uang senilai Rs. 1,629 miliar

“Jumlah tersebut merupakan total volume barang (kopi, red.) yang dititipkan untuk dijual kepada korban tersangka Juprius sebanyak 59.507 ton,” kata Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung Kompol. Rozef Efendi di Bandar Lampung, Sabtu.

Ia menjelaskan kronologis kejadian. Pada tanggal 5 April 2017, atas nama usaha patungan, korban mengirimkan 59.507 ton kopi Asker ke gudang tersangka. Barang yang dialihkan untuk dijual senilai Rp 1.629.540.000,00.

Setelah dikurangi biaya administrasi, biaya bongkar dan pajak penghasilan (PPH) atas penjualan biji kopi, janjinya akan dilunasi dalam sebulan, katanya.

Namun, menurut dia, setelah kopi tersebut dijual, ia tidak memberikan uang hasil penjualan kopi tersebut kepada korban. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 1,629 miliar.

Sehubungan dengan kerugian tersebut, korban SP melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lampung dengan nomor LP/B-1428/IX/2020/POLDA LPG/SPKT pada 16 September lalu.

Kasus tersebut kemudian diusut Polda Lampung, bahkan menjadi buronan (DPO) sejak 3 Juni 2022.

Setelah melakukan penyelidikan, timnya berhasil menemukan J.P. Pada Sabtu (30/7) JP ditangkap oleh Jatanras Sub-Divisi 3 di Hotel IPB Convention Bogor, Jawa Barat.

Akibat penangkapannya, JP dikenal sebagai ketua AEKI Lampung.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa nota dari PT Uppenas Komoditi No. 000211 tanggal 5 April 2017 atas nama pengusaha perorangan, berisi kwitansi biji kopi dengan invoice Rp 1.629.540.000,00, 1 halaman nota nota PT Uppenas Komoditi No. 000218 tanggal 7 April 2017 JV yang berisi kwitansi biji kopi dengan tagihan sebesar Rs 1.321.250.000.00.

Juga catatan dari PT Uppenas Commodities No. 000224 tanggal 10 April 2017 JV yang berisi kwitansi biji kopi dengan invoice sebesar Rs 228.030.000,00 dan meninggalkan invoice sebesar Rs 128.030.000,00 dan 1 fotokopi CEK No. 182720 tanggal 09/11/2017, JV PJR sebesar 1 rupee. miliar .

“Atas perbuatannya, tersangka JP diancam Pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” kata Rozef.

Artikel sebelumyaKapolda Sumbar menyatakan perang terhadap perjudian
Artikel berikutnyaPartai Politik “Koalisi Indonesia Bersatu” kompak terdaftar bersama CPU