Beranda Hukum Polisi siapkan tujuh pos pemeriksaan di jalur Puncak Bogor

Polisi siapkan tujuh pos pemeriksaan di jalur Puncak Bogor

Cibinong, Bogor (ANTARA) – Polres Bogor menyiapkan tujuh pos pemeriksaan keamanan kendaraan untuk menguji sistem ganjil genap di Jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai Jumat (3/9).

“Lokasi pos pemeriksaan Total ada tujuh (pemeriksaan) titik, termasuk dua di Sentula,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun, Selasa di Chibinong, Bogor.

Dia menyebutkan tujuh pos pemeriksaan, yakni pintu tol Ciawi, Simpang Gadog, Bukit Pelangi, cut off site Cibanon, lokasi penutupan bendungan dan dua lokasi di kawasan Sentul.

Sebagai bagian dari uji ganjil genap yang dijadwalkan berlangsung dua kali akhir pekan ini, setiap kendaraan pribadi yang pelat nomornya tidak sesuai dengan nomor ganjil atau genap pada tanggal tersebut akan dibalik.

Namun, ada beberapa jenis kendaraan yang masuk dalam kategori pengecualian penerapan paritas ganjil, yaitu: mobil pemadam kebakaran, ambulans, tenaga medis, kendaraan dinas TNI/Polri, angkutan umum, angkutan umum. on line, dan transportasi logistik.

Harun menegaskan minimalisasi ganjil genap kepadatan kendaraan di wilayah selatan Kabupaten Bogor dilaksanakan pada 28-29 Agustus 2021 setelah status Kabupaten Bogor diturunkan dari level 4 menjadi level 3 dengan diberlakukannya pembatasan aktivitas masyarakat. . (PPKM).

Pasalnya, jumlah mobil di kawasan Punchak meningkat 40 persen selama akhir pekan, atau sekitar 38.000 kendaraan.

Sementara itu Bupati Ade Yassin di tempat yang sama menjelaskan bahwa pihaknya akan membuat payung hukum untuk memperkuat dalam jangka panjang jika uji rekayasa jalan efektif mengatasi kemacetan kendaraan.

“Kita coba dulu. Kami melihat reaksi masyarakat. Jika ini mengarah pada perbaikan, kami akan meminta payung hukum. Tes juga dilakukan saat komunikasi,” ujarnya.

Menurut Ade Yasin, pengemudi yang hendak melakukan perjalanan ke kawasan Punchak tidak hanya harus mematuhi aturan pasangan ganjil dan genap, tetapi juga harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah divaksinasi.

Artikel sebelumyaPAN: Peserta Rakernas Usulkan Zulkifli Jadi Presiden 2024
Artikel berikutnyaKementerian Komunikasi dan Informatika mengingatkan kembali aturan kebebasan berpendapat dan berekspresi di jejaring sosial