Beranda Hukum Polisi mengungkap kasus pornografi berpenghasilan Rp 50 juta per bulan di Bali

Polisi mengungkap kasus pornografi berpenghasilan Rp 50 juta per bulan di Bali

Denpasar (ANTARA) – Penyidik ​​Polres Denpasar, Bali mengungkap kasus pornografi yang dilakukan oleh seorang selebriti berinisial RR (32) melalui aplikasi Mango dengan penghasilan hingga Rp50 juta per bulan.

“Selama kurang lebih 9 bulan, para pelaku kejahatan telah bekerja di jejaring sosial Mango dan Bigo, di mana keuntungan langsung bisa mencapai Rs 25 hingga 50 juta per bulan,” kata Kapolres Denpasar Kombes Paul Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers di Denpasar, Bali. , Senin.
Dikatakannya, motif yang mendorong para pelaku mendapatkan penghasilan dari kegiatan tersebut adalah karena faktor ekonomi. Kapolsek Denpasar mengatakan pelaku juga mengaku memperlihatkan alat kelaminnya saat siaran langsung di aplikasi Mango.

Selain itu, penyerang memiliki akun atau ID di aplikasi Mango dan Bigo bernama Pony atau Bintang Live untuk menghasilkan pendapatan atau keuntungan harian.
“Penjahat tidak menerima BO (pesanan pemesanan) dari luar, meski banyak yang menanyakan kapan pelakunya live di media sosial Mango dan Bigo. Penjahat hanya menunjukkan pornografi hidup, hanya menunjukkan alat kelamin mereka di aplikasi, ”katanya. …
Jumlah penonton setiap kali siaran langsung mencapai ribuan penonton. Selain itu, polisi akan melakukan pengecekan dan pengembangan, termasuk identifikasi tingkat keterlibatan dalam kegiatan live tersebut.

Penjahat itu dulu bekerja di karaoke, tetapi karena pandemi, dia tidak lagi bekerja. Kapolres mengatakan, pelaku sudah tinggal di Bali selama empat tahun.
“Ya, pendapatan dari bekerja karaoke berbeda dengan pendapatan dari pertunjukan langsung,” katanya.
Pelaku diamankan di Kubu Mawar Residence, yang terletak di Jalan Taman Pancing Denpasar Selatan, pada Jumat, 17 September 2021 pukul 02.00 WITA.
Atas perbuatannya, para pelaku dikenai pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau ayat (1) pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITU. , yang diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Artikel sebelumyaKasal dan PPPM Sepakat Berkolaborasi Memberdayakan Masyarakat Pesisir
Artikel berikutnyaKodam XII/TPR mengirimkan 499 prajurit cadangan ke Batujajar.