Beranda Hukum Polisi menangkap seorang penjahat yang melakukan pembunuhan seorang siswa sekolah menengah di...

Polisi menangkap seorang penjahat yang melakukan pembunuhan seorang siswa sekolah menengah di perkebunan karet.

Tersangka ditangkap oleh peserta dalam waktu lima jam.

Bandarlampung (ANTARA) – Aparat Polres Pesawara dari Polres Lampung menangkap Kamal Rajab Saputra (21), diduga membunuh siswa SMA berinisial IM (15), yang ditemukan di kebun karet.

“Tersangka ditangkap oleh anggota polisi dalam waktu lima jam,” kata Kabid Humas Polda Lampung Paul Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers di Mapolres Pesavaran, Rabu.

Dia menjelaskan, tersangka ditangkap pada Rabu pagi di rumahnya di Mekar Jaya, Desa Kalirejo, Kecamatan Negeri Katon, Pesavaran.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kaos oblong, celana panjang, dua buah handphone, dan sebuah sepeda motor.

“Baju yang disimpan adalah milik pelaku saat pembunuhan, begitu juga dengan sepeda motor pelaku. Kemudian ada handphone milik korban,” ujarnya lagi.

Kapolsek AKBP Pesawaran Pratomo Widodo menambahkan, berdasarkan keterangan tersangka, modus operandinya adalah membawa korban ke perkebunan karet lalu berhubungan seks dengan tersangka.

Saat melakukan hubungan badan sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka mencekik korban dengan tangan dan mengikat leher korban dengan celana korban.

Selanjutnya, menurut Widodo, tersangka memukul kepala korban dengan botol kosong, dan pecahan botol tersebut digunakan tersangka untuk menusuk leher korban.

“Motif pelaku karena korban memiliki telepon genggam, dan tersangka ingin mengambil telepon genggamnya. Sebagai hasil dari tindakannya, tersangka kami didakwa berdasarkan Pasal 338, 365, bagian (1), (3) KUHP Federasi Rusia. KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun,” ujarnya.

Peristiwa pembunuhan itu bermula pada Selasa (09.06) pukul 06.06 WIB. Saat itu, menurut saksi, ketika hendak pergi ke kebun karet, mereka melihat mayat perempuan dengan luka di bawah pohon karet.

“Berdasarkan keterangan keluarga korban, pihak keluarga mencari korban sejak Senin, 5 September 2022. Pukul 18.30 WIB saat itu korban pergi ke rumah bibinya, dan pada pukul 19.30 WIB korban pulang ke rumah dan kembali berpamitan untuk membeli pulpen dan kerupuk. Ponselnya tidak kembali lagi hingga diketahui pada pagi harinya bahwa korban telah meninggal dunia,” ujarnya lagi.

Artikel sebelumyaPolres Mataram Tembus Peredaran Narkoba dengan Modus Bengkel
Artikel berikutnyaPelaku pembunuhan pelajar SMA di Pesavaran diancam dengan beberapa pasal