Beranda Hukum Polisi lakukan rekonstruksi awal lokasi pembunuhan di hotel di Medan

Polisi lakukan rekonstruksi awal lokasi pembunuhan di hotel di Medan

Ada 21 TKP di TKP,

Medan (ANTARA) – Polisi melakukan rekonstruksi awal 21 adegan pembunuhan terhadap korban bernama Benny MP Sinambela yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan di sebuah hotel di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara. beberapa waktu lalu.

“Ada 21 TKP di TKP,” kata Bareskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles, Kamis di tempat kejadian menjelang rekonstruksi.
Dia mengatakan, rekonstruksi awal dilakukan untuk melengkapi berkas pembunuhan.
“Selama pemeriksaan, ada beberapa poin yang tidak dijelaskan, misalnya posisi korban dan tersangka saat tidur. Akibatnya, oral seks hanya terjadi sebelum pelaku membunuh korban,” ujarnya.

Pada Kamis (14/10/2021), polisi melakukan rekonstruksi pendahuluan 21 adegan pembunuhan terhadap korban bernama Benny Sinambela yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan di sebuah hotel di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan. Kota, beberapa waktu lalu. ANTARA / Nur Aprilliana Br Sitorus
Serial yang mendahului rekonstruksi tersebut menampilkan aktor ACC yang akrab dipanggil Agung, warga Jalan Sei Bangkatan, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjay.
Adegan dimulai dengan pelaku dan korban memesan kamar hotel, kemudian melakukan oral seks hingga akhirnya pelaku membunuh korban dengan cara ditikam dan kabur.
Sebelumnya, jenazah Benny, Anggota DPR RI Sinambela, ditemukan dalam keadaan mengenaskan di sebuah hotel di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sabtu (9/10).
Kemudian, petugas gabungan dari Polrestabes Sumut dan Polrestabes Medan berhasil mengamankan para pelaku di Regensi Singkil, Provinsi Aceh.

Pada Kamis (14/10/2021), polisi melakukan rekonstruksi pendahuluan 21 adegan pembunuhan terhadap korban bernama Benny Sinambela yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan di sebuah hotel di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan. , Medan. Kota beberapa waktu lalu. ANTARA / Nur Aprilliana Br Sitorus
Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku mati-matian berusaha melakukan pembunuhan karena merasa tersinggung, karena korban mencium, memegang perut dan alat kelaminnya, serta memeluknya di depan umum.
Korban juga menjanjikan uang tunai 300.000 rupee kepada pelaku setelah berhubungan seks, namun korban tidak menahan diri.

Artikel sebelumyaAirlangga melantik 111 anggota DPD Golkar NTB
Artikel berikutnyaPangkoopsau II meninjau serangan vaksinasi COVID-19 di Magetan