Beranda Hukum Polda Banten Cari Toko Tersangka Judi "on line" di tangerang

Polda Banten Cari Toko Tersangka Judi "on line" di tangerang

Jika nilai omzet harian mereka mencapai 3,9 miliar rupiah.

Tangerang (ANTARA) – Direktorat Jenderal Reserse Kriminal (Polda) Polda Banten melakukan penggeledahan di sejumlah toko (ruko) milik RM (26), tersangka kasus perjudian online (ANTARA News)on line) di Kabupaten Tangerang, Jumat.

Penggeledahan rumah pedagang di kawasan Chitra Raya-Tangerang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB yang dilakukan oleh tim Ditreskrimum Polda Banten.

Kompol Akbar Baskoro, Kepala Divisi III Ditrescrime Polres Banten di Tangerang, mengatakan pada hari Jumat bahwa tersangka R.M., seorang wanita yang berperan sebagai pengedar rantai Kamboja, mengelola sebuah toko perjudian. . on line Apa.

“Ada 15 ruko (tempat) untuk operasi perjudian on line di daerah ini,” katanya.

Menurut dia, di dua toko yang digeledah, ditemukan sejumlah petunjuk berupa jaringan Wi-Fi dan perangkat lain sebagai sarana penunjang operasional perjudian. on line untuk akses internet.

“Kami juga akan terus mencari bukti tambahan di toko lain,” jelasnya.

Selain itu, ada 10 tersangka di Kabupaten Tangerang dan satu unit apartemen di Kota Tangerang dengan total uang sitaan Rp 931 juta dari hasil olah TKP (TKP).

“Nilai omzet harian mereka mencapai Rp 3,9 miliar,” katanya.

Sebelumnya pada Kamis (25/8), Polda Banten telah menuntaskan 29 kasus perjudian dengan 65 tersangka oleh Ditrekrimum Polda Banten dan jajaran Polres. Dari 29 kasus perjudian, pengungkapan terbanyak berasal dari Polres Serang (13), Sub Ditrekrim Resmob Polda Banten (lima kasus), Polres Tangerang (empat), Polsek Serang Lebak dan Polres Cilegon. dengan masing-masing dua kasus dan Polsek Pandenlang (satu kasus).

Polda Banten menangkap 15 tersangka, Polres Serang 17, Polres Tangerang 10, dan sisanya 8 Polres Cilegon, Polres Serang 6, Polres Lebak 5 dan Polres Pandeglang.

“Total 65 tersangka ditangkap, didominasi laki-laki, namun ada satu perempuan yang terlibat sindikat judi berinisial RM, alias Ningsih (26), yang bertindak sebagai pengedar,” kata Kepala Bagian Humas (Kabidhumas). Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga Kamis.

Dalam penyelesaian 29 kasus perjudian tersebut, penyidik ​​menyita 947,5 juta rupiah, di mana 931 juta rupiah di antaranya berasal dari jaringan RM.

Adapun barang bukti yang disita penyidik ​​antara lain 59 handphone berbagai merek dan 1 tablet, 7 sepeda motor, 3 laptop dan 12 PC, 6 buku tabungan, 1 kartu ATM dan 6 unit. kunci BCA, 1 perangkat Wi-Fi, 4 ayam, 6 set kartu remi, 2 set kartu permainan, dan 24 kupon reassembly.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.

Artikel sebelumyaTiga Belas Tip untuk Reformasi Polisi Budaya
Artikel berikutnyaErik Tohir mengajak masyarakat untuk mengapresiasi seni dan budaya