Beranda Hukum Polda Aceh telah menetapkan empat tersangka dalam penjualan emas di bawah standar.

Polda Aceh telah menetapkan empat tersangka dalam penjualan emas di bawah standar.

Tersangka Diduga Menjual Emas Non Karat

Gang Aceh (ANTARA) – Penyidik ​​Direktorat Khusus Reserse Kriminal (Ditreskrimsus) Polda Aceh telah menetapkan empat tersangka dalam dugaan penjualan emas secara ilegal.

Paul Vinardi, Kabag Humas Polres Kombes Aceh Banda Aceh, Jumat, mengatakan para tersangka berinisial JP, S, D dan H.

“Tersangka diduga menjual emas non karat. Para tersangka menjual emas di tokonya di kawasan pasar Aceh, Kampung Baru, kota Banda Aceh,” kata Combes Paul Vinardi.

Menurut Vinardi, penyidik ​​tidak hanya menetapkan empat tersangka, tetapi juga menyita barang bukti perhiasan emas di toko milik tersangka.

Barang bukti yang diperoleh berasal dari toko L berupa rantai lengan emas 5,5 gram dan dari toko H berupa kalung emas seberat 6,6 gram.

Kemudian dari Toko B dengan barang bukti berupa dua buah kalung emas seberat 10 gram dan dari Toko A berupa kalung dengan berat 10 gram dan kalung dengan berat 6 gram.

“Penyidik ​​juga memeriksa 16 saksi dari empat toko emas. Toko L – empat, Toko H – tiga, Toko B – tiga, dan toko A – enam orang, ”kata Combes Vinardi.

Dia mengatakan penyelidikan dugaan penjualan emas ilegal dimulai dengan informasi publik. Ia kemudian diperiksa oleh petugas dari Bareskrim Khusus Polda Aceh.

Setelah diselidiki, kata Vinardi, ditemukan sejumlah toko yang diduga sengaja memperdagangkan emas murni yang tidak sesuai dengan kualitas tersebut. Diyakini bahwa kadar emas telah menurun.

Pernyataan ini ditegaskan oleh hasil laboratorium Pusat Kerajinan Batik Yogyakarta. Hasil laboratorium menunjukkan kandungan emas tidak sesuai dengan yang tertera di surah tersebut, kata Vinardi.

Menurut dia, penyidik ​​akan menjerat pelaku berdasarkan Pasal 62 jo Pasal 8 huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Hukumannya maksimal lima tahun penjara atau denda maksimal Rp 2 miliar. Penyidik ​​akan segera mengidentifikasi tersangka,” kata Combes Paul Vinardi.

Artikel sebelumyaAnggota DPR: Waspadai Anak-anak Kehilangan Orang Tua Akibat COVID-19
Artikel berikutnyaBPK ingatkan pimpinan daerah perkuat internal control