Beranda Warganet Pokja terbaru SE mewajibkan orang asing yang masuk ke Indonesia harus divaksinasi...

Pokja terbaru SE mewajibkan orang asing yang masuk ke Indonesia harus divaksinasi lengkap.

Kebijakan vaksinasi merupakan salah satu dari tiga lapisan utama perlindungan masyarakat terhadap infeksi COVID-19.

Jakarta (ANTARA) – Wisatawan dalam negeri (PPDN) dengan status warga negara asing berusia 18 tahun ke atas di Indonesia wajib mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap atau dosis kedua.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas (SE) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ketentuan PPDN selama pandemi COVID-19 yang diterbitkan pada 25 Agustus 2022.

Surat edaran yang diterima di Jakarta, Jumat, memuat ketentuan tentang persyaratan perjalanan dalam negeri pada paragraf 3.b, yang menyatakan bahwa orang yang tinggal di PPDN dengan status warga negara asing yang datang dari luar negeri pada usia 18 tahun ke atas harus mendapatkan vaksin kedua. .

Surat Edaran tersebut juga memberikan ketentuan tambahan lainnya, sebagaimana tercantum dalam paragraf 3.c, bahwa PPDN berusia 6 sampai 17 tahun yang bepergian ke luar negeri dibebaskan dari kewajiban vaksinasi.

Satgas juga memberikan sanksi berdasarkan undang-undang bahwa memalsukan surat keterangan dokter merupakan syarat bagi orang untuk bepergian.

Surat Edaran tersebut berlaku mulai tanggal 25 Agustus 2022 sampai dengan
akan ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terkini di lapangan atau hasil evaluasi kementerian/lembaga.

Dengan berlakunya Surat Edaran ini, Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 23 Tahun 2022 tentang Ketentuan PPDN selama masa pandemi COVID-19 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Secara terpisah, perwakilan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Profesor Viku Adisasmito mengatakan, kebijakan vaksinasi merupakan salah satu dari tiga tingkat perlindungan utama masyarakat dari infeksi COVID-19.

Pertama 3M (jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker), kedua 3T (tracking, testing dan treatment), dan ketiga vaksinasi.

“Sampai pandemi berakhir, dan sampai ada bukti ilmiah yang cukup bahwa vaksinasi telah menciptakan kekebalan individu dan kekebalan kawanan yang cukup, penerapan tiga tingkat perlindungan secara simultan harus melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, sehingga mereka dapat produktif dan aman,” katanya.

Artikel sebelumya“Pabrik Kalimantan Tengah” – kesuksesan cuci mobil Indonesia Folu Net Sink 2030
Artikel berikutnyaGugus Tugas COVID-19 IDI Rekomendasikan Penyederhanaan Kebijakan Pandemi