Beranda News Poin ajak perdamaian internasional atasi krisis iklim

Poin ajak perdamaian internasional atasi krisis iklim

Jakarta (ANTARA) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak dunia internasional untuk mengintensifkan kerja sama dan solidaritas global dalam mengatasi krisis iklim yang terus mengancam seluruh umat manusia.

“Struktur ekonomi global berperan penting dalam tekad kita untuk mengurangi emisi, mengentaskan kemiskinan, dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat,” kata Poin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Poin dalam diskusi panel bertajuk “Transforming Economies to Combat Climate Change and Promote Sustainable Development”, yang berlangsung di sela-sela 5th Meeting of the Speakers of the World Parliament (5WCSP) di Wina, Austria, Rabu.

Poin berkontribusi pada Sustainable Development (SDGs) yang merupakan rencana aksi global, namun berbagai dampak pandemi COVID-19 dapat menghambat pencapaian SDGs pada tahun 2030.

Dunia sedang menghadapi “badai sempurna” karena pandemi COVID-19, yang telah menyebabkan lebih dari 120 juta orang dalam kemiskinan ekstrem, katanya.

“Ketidakpastian ekonomi global semakin mempersulit pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Dia mengapresiasi bahwa dengan berbagai tantangan global yang datang bersama, dia meminta masyarakat internasional untuk memperkuat kerja sama dan solidaritas global.

Poigne mendorong peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan dan mengejar strategi pembangunan hijau atau rendah karbon karena dunia tidak dapat lagi fokus pada model ekonomi berbasis bahan bakar fosil.

“Negara-negara di seluruh dunia memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya untuk mengubah ekonomi sehingga kita dapat mengurangi emisi dan memastikan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Dia meminta negara-negara maju untuk membantu negara-negara berkembang dalam upaya mereka untuk menghijaukan tanah.

Dia meminta semua negara untuk membuat komitmen bersama untuk mengurangi emisi, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

“Negara maju harus memimpin dalam pengurangan emisi dan memberikan bantuan keuangan dan teknis untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi negara berkembang. Kita harus mewarisi dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang, dunia yang lebih aman, lebih adil dan sejahtera,” ujarnya.

Poin menegaskan, Indonesia tetap berkomitmen terhadap implementasi Paris Agreement on Global Climate Change dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca, adaptasi dan pembiayaan.

Ia berjanji bahwa Indonesia terus mendukung pencapaian SDGs 2030 dan pandemi COVID-19 harus menjadi peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, lebih hijau, dan lebih adil.

Dalam penilaiannya, untuk mencapai tujuan ini diperlukan kepemimpinan yang efektif dari setiap negara, termasuk anggota parlemen, karena parlemen berperan penting dalam memastikan masa depan yang lebih baik setelah pandemi COVID-19.

Artikel sebelumyaICW berharap Kapolri memperhatikan aduan Lily Pintauli Siregar.
Artikel berikutnyaKejaksaan Agung Tahan Dua Tersangka Korupsi NDPDP Sumsel di Rutan Salemba