Beranda News PKP bermitra dengan milenial untuk lolos ke Senayan

PKP bermitra dengan milenial untuk lolos ke Senayan

Jakarta (ANTARA) – Partai Persatuan Keadilan (UCP) menggandeng sejumlah milenial untuk memastikan partainya lolos uji pencarian fakta oleh Komisi Pemilihan Umum (CPU) dan lolos ke pencalonan Senayan.

“Kita harus bisa, kita bertekad, untuk ikut pemilu dan melewati ambang batas parlemen agar negara ini bisa terbang, maju dan kuat,” kata Yusuf saat jumpa pers dalam acara pelantikan DPN PKP di Jakarta Utara. Gedung Sekolah Antar Budaya (NJIS), Jakarta, Jumat.

Pensiunan jenderal Marinir bintang dua itu mengatakan, skuad DPN PKP saat ini memiliki kader-kader terbaik yang siap berjuang untuk memajukan bangsa. Faktanya, banyak anak muda berada di posisi kepemimpinan.

Menurutnya, kebangkitan PCP akan sesuai dengan kesejahteraan rakyat. Jika wakil PCP mengambil posisi strategis, baik di DPR, DPRD, atau bahkan di posisi kepemimpinan seperti kepala daerah, tentu akan lebih mudah untuk memperjuangkan misi partai dalam hal kesejahteraan rakyat.

Misalnya, mengharumkan nama dan memperjuangkan kesejahteraan keluarga TNI dan Polri.

“Misalnya TNI ingin memenuhi tanggung jawab utamanya, ini tidak disuarakan di tingkat nasional. PKP siap membantu,” kata Yusuf dalam siaran persnya.

Yusuf dalam pidato politiknya juga menyoroti jalur hukum di Indonesia. Yusuf memastikan, pihaknya melindungi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk terus membasmi korupsi.

“Kami mengusulkan agar pejabat korup yang tidak memiliki hati nurani, tidak manusiawi dan sangat merugikan masyarakat, terutama selama pandemi COVID-19, harus dihukum mati sesuai dengan undang-undang saat ini,” tegasnya.

PKP juga meminta pemerintah menindak tegas kelompok-kelompok sosial yang intoleran dan diskriminatif.

Di sisi pertahanan, lanjutnya, pemerintah didorong untuk memperkuat pertahanan laut dan udara dengan memodernisasi TNI, khususnya angkatan laut dan udara.

Ia meminta seluruh kadernya untuk berada di garda terdepan perlindungan benteng Panchashila dari ancaman disintegrasi bangsa, radikalisme, terorisme, intoleransi dan kelompok anti Panchashil.

Menurutnya, saat ini ada kelompok-kelompok yang anti Pancasila, mereka berusaha mengganti ideologi ini dengan ideologi lain.

“Nah, tugas PCP di bidang ideologi adalah membela dan mendukung Pancasila sebagai ideologi nasional. PCP akan mendukung dan mendukung pemerintah, TNI, Polri dalam mengambil langkah-langkah yang meyakinkan. Kalau perlu, represif sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.

Namun tetap menjadi pesan konstruktif kepada pemerintah khususnya di bidang ekonomi dan pertahanan yang fokus pada sektor maritim, agar Indonesia dapat menjadi poros maritim dunia.

Secara geopolitik, strategis dan ekonomi, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan benua maritim yang sangat besar dengan potensi ekonomi maritim yang luar biasa.

“Seluruh jajaran PKP meminta pemerintah turun tangan mengatur dan mengontrol distribusi kekayaan per orang, agar lebih merata. Agar yang kaya tidak semakin kaya dan yang miskin semakin miskin,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBBKSDA Sumut terima enam Siamang dari Jakarta
Artikel berikutnyaMahfoud berharap pelaksanaan PON di Papua aman