Beranda Hukum PKC telah menunjuk Pj tersangka kepala PU Hulu Sungai Utaru

PKC telah menunjuk Pj tersangka kepala PU Hulu Sungai Utaru

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembelian barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada 2021-2022.

Tiga tersangka yakni Maliki (MC) selaku Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Tata Ruang (PURPP) Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Penatausahaan Anggaran (KPA), Marhaini (MRH). ) dari pihak swasta / Direktur CV Hanamas dan Fahriadi (FH) dari pihak swasta / Direktur CV Kalpataru.

“Setelah mengumpulkan berbagai informasi tentang dugaan korupsi, PKC kemudian melakukan penyelidikan, yang kemudian menemukan bukti awal yang cukup, dan PKC menaikkan status kasus ini ke tahap penyelidikan,” kata Wakil Ketua PKC Aleksandr Marvata saat ditemui konferensi pers. konferensi di gedung BPK, Jakarta, Kamis.

Menurut pendonor, Alex, tersangka Marhaini dan Fakhriadi diduga melanggar ayat (1) pasal 5 huruf a, ayat (1) pasal 5, huruf b, atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah. dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 … tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sesuai dengan Pasal 65 KUHP.

Sedangkan Maliki sebagai penerima disangkakan melanggar pasal 12 ayat (a), pasal 12, ayat (b), atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHP jo pasal 65 KUHP.

Terkait proses penyidikan, Alex mengatakan tim penyidik ​​melakukan upaya penahanan paksa terhadap ketiga tersangka selama 20 hari pertama, mulai 16 September hingga 5 Oktober 2021, di SIZO PKC.

Tersangka Maliki ditahan di Pusat Penahanan PKC di Pomdam Jaya Guntur, Marhaini ditahan di Pusat Penahanan PKC di Gedung Merah Putih PKC, dan Fakhriadi ditahan di Pusat Penahanan PKC di Situs C1 (Pusat Pendidikan Anti Korupsi PKC. Konstruksi).

“Untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Rutan PKC, para tersangka akan diisolasi selama 14 hari di Rutannya,” kata Alex.

Artikel sebelumyaPartai NasDem punya tujuan "kekebalan kolektif" cegah kasus COVID-19
Artikel berikutnyaPKC Terima 345 Juta Rupee Selama OTT di Hulu Sungai Utara