Beranda Hukum PKC Panggil Tiga Saksi Kasus Pembebasan Tanah Mundjul DKI

PKC Panggil Tiga Saksi Kasus Pembebasan Tanah Mundjul DKI

Hari ini pemeriksaan saksi-saksi dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul.

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi untuk mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur.

Ketiganya akan dimintai keterangan terkait tersangka direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar (RHI) dan kawan-kawan.

“Hari ini saksi bersama tersangka RHI dan kawan-kawan sedang melakukan pemeriksaan dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Desa Pondok Ranggon, Kecamatan Chipayung, Jakarta Timur, DKI, Jakarta pada tahun 2019,” kata Pj Juru Bicara PKC Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu. pernyataan di Jakarta, Kamis.

Rafli Akbar Rafsabjani dipanggil sebagai evaluator di KJPP Wahyono Adi and Rekan, serta dua saksi pihak swasta, Minan dan Parid Ridwan.

“Penyelidikan dilakukan di kantor PKC di Jalan Kuningan 4 Jalan Persada Kaveling, Setiabudi, Jakarta Selatan,” kata Ali.

Selain Rudy, PKC juga menetapkan empat tersangka lainnya, yakni mantan Direktur Perumda Pembangunan Saran Jaya Yori Cornelis Pinontoan (YRC), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), dan satu perusahaan tersangka adalah PT Adonara Propertindo (AP).

Dalam pembangunan gedung tersebut, BPK menjelaskan bahwa Rudy telah meminta Anya dan Tommy untuk melamar ke Yayasan Carolus Boromeus Sisters of Love dengan kesepakatan untuk memberikan tanah kepada Saran Jaya.

Anya dan Tommy bertemu dengan Jemaat Suster Rahmat Carolus Boromeus dan menandatangani Perjanjian Jual Beli (PPJB) tanah Pondok Ranggon seluas 41.921 m2 seharga Rs 2,5 juta / m2 dan langsung disetujui oleh Rudy dengan uang muka 5 miliar rupee Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Selain itu, Yuri memerintahkan karyawannya untuk menyiapkan pembayaran 50 persen untuk pembelian tanah Mundjul senilai Rs 108,99 miliar, meskipun tidak ada negosiasi harga antara Yori dan Anya, yang mengaku sebagai pemilik tanah. …

Penandatanganan PPJB berlangsung di kantor Saran Jaya antara Yori dan Anya, dan di hari yang sama Saran Jaya mentransfer 50 persen pembayaran pembelian ke rekening Ani senilai Rs 108,99 miliar.

Selain itu, melalui rekening PT Adonara Propertindo, Rudy dan Anya kembali bersepakat dan memerintahkan Tommy untuk mengirimkan dana sebesar Rs 5 miliar sebagai uang muka Tahap II Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Setelah menandatangani PPJB dan membayar Rs 108,9 miliar, Sarana Jaya baru saja mempertimbangkan rencana pembelian tanah di Munjul, di mana lebih dari 70 persen tanahnya masih dalam ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak dapat digunakan untuk perumahan atau apartemen. proyek. …

Meski zonasi lahan tidak bisa diubah menjadi zona kuning, Sarana Jaya tetap menyetor Rp 43,59 miliar kepada Anya ke rekening bank DKI atas nama Ani, sehingga total menjadi Rp 152,5 miliar.

Untuk membayar Saran Jaya, Rudi meminta Anya dan Tommy menyediakan dana yang salah satunya digunakan untuk membayar BPHTB untuk pembebasan lahan di Pulogebang Saran Jaya. Kemudian disetorkan ke rekening perusahaan lain milik tersangka Rudi dan digunakan untuk beberapa keperluan pribadi oleh Rudi dan Anya.

Perbuatan para tersangka diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 152,5 miliar.

Artikel sebelumya"Yuni" Karya Camila Andini tayang di TIFF 2021
Artikel berikutnyaBNNP Sultra Hancurkan Barang Bukti 1,6kg Metamfetamin Kristal