Beranda Warganet Petugas masih membersihkan material sisa angin kencang di Sidoarjo.

Petugas masih membersihkan material sisa angin kencang di Sidoarjo.

Sidoarjo (ANTARA) –

Sejumlah petugas masih mengevakuasi sisa material rumah yang diterbangkan angin kencang yang menerjang Desa Sidokepung, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (23/10), agar perbaikan rumah bisa dilakukan. .
Kapolsek Sidoarjo Kompol Haris Darma Sucipto mengatakan, Selasa, petugas yang terlibat dalam pembersihan itu antara lain TNI, Satpol PP, Linmas, Tagana, dan relawan.
“Upaya pembersihan puing-puing konstruksi yang berserakan puting beliung di Sidokepung, Buduran, Sidoarjo masih terus dilakukan berbagai pihak bersama warga,” katanya.
Dikatakannya, selain melakukan pengabdian kepada masyarakat, memperbaiki bangunan yang rusak dan membantu di posko bencana, petugas gabungan juga menyiapkan kebutuhan pokok warga terdampak baik di posko maupun di dapur umum.

Dijelaskannya, pasca puting beliung yang menerjang Kabupaten Sidoarjo, Polres Sidoarjo menurunkan beberapa petugas, termasuk petugas sementara Polres Sidoarjo.
“Mereka dikirim bersama personel dari pihak lain untuk melakukan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan dari puing-puing bangunan dan pohon tumbang akibat dampak topan,” katanya.
Kepala Humas Polri Sidoarjo Iptu Tri Novi Khandono baru-baru ini mengimbau masyarakat untuk selalu waspada di tengah cuaca buruk.
“Masyarakat yang berada di jalan saat hujan disarankan untuk berlindung di tempat yang aman atau tidak di bawah pohon besar. Dan jaga daya tahan tubuh melalui pola makan yang bergizi dan asupan vitamin yang cukup,” ujarnya.
Angin kencang yang melanda Desa Sidokepung dan Entalseva Buduran, Sidoarjo merusak ratusan rumah pada Minggu (23/10).
Selain di dua desa, angin kencang yang berlangsung beberapa menit itu menerbangkan atap rumah warga dan tumbangnya puluhan pohon di Desa Kahuripan Nirwana. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.*

Artikel sebelumyaKemenko PMK perkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan TB
Artikel berikutnyaNadiy berencana mengubah 600.000 guru honorer menjadi kotak P3K