Beranda Nusantara Perusahaan Daur Ulang Sampah Plastik Tangerang Tutup Sementara

Perusahaan Daur Ulang Sampah Plastik Tangerang Tutup Sementara

Penutupan ini dilakukan sebelum warga setempat menyetujui dan mematuhi izin lingkungan.

Tangerang (ANTARA) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Banten merekomendasikan penutupan sementara fasilitas pengolahan limbah CV Polymer Plastisindo Sukses di Desa Chiakar, Kabupaten Panongan, yang belum mendapat izin.

Ketua Pelaksana DLHK Kabupaten Tangerang Soleh di Tangerang, Rabu, mengatakan rekomendasi penghentian operasi sampah plastik diketahui setelah kelompoknya melakukan razia dan pemeriksaan dini hari terhadap perusahaan tersebut.

“Sebelumnya ada persetujuan warga dan izin lingkungan dari pemerintah, jadi untuk saat ini kami sarankan dihentikan atau ditutup dulu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga mewajibkan CV Polymer Plastisindo Sukses untuk segera mematuhi standar regulasi penanganan limbah yang dihasilkan, salah satunya pemasangan tungku atau cerobong asap di perusahaan tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran udara di lingkungan sekitar.

“Selain tidak memiliki izin, secara fisik perusahaan tidak memiliki cerobong asap. Hanya ada cerobong bawah, jadi kami rekomendasikan,” katanya.

Pembekuan kegiatan perusahaan sampah plastik, kata dia, akan dilakukan hingga perusahaan tersebut mendapat izin resmi dari pemerintah dan warga sekitar.

“Penutupan ini berlangsung sambil menunggu persetujuan warga setempat dan pelaksanaan izin lingkungan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa CV Polymer Plastisindo Sukses merupakan industri daur ulang sampah plastik dimana plastik bekas didaur ulang menjadi plastik abon dan plastik abon didaur ulang menjadi biji plastik.

“Untuk mengelola sampah/plastik ini bersih, kemudian dihitung bahan baku biji plastiknya, sehingga tidak menghasilkan bahan cair,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur CV Polymer Plastisindo Sukses Andi mengaku selama ini pihaknya baru memperoleh izin usaha terintegrasi secara elektronik melalui Online Single Submission (OSS), Business Identification Number (NIB) dan Business Plan and Budget (RBA).

“Kita sudah punya OSS, NIB dan RBA. Nanti kita akan mengurus izin lingkungan, yang datanya dari RT setempat,” ujarnya.

Diakuinya, selama bekerja CV Polymer Platisindo Sukses terjadi kesalahpahaman dalam proses penerbitan izin lingkungan. Namun, sekarang dia mencoba menyusun dokumen.

“Rekomendasi dari DLHK sudah kami terima, dan proses ini akan terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.

Artikel sebelumyaGunung Merapi selamat dari 94 gempa bumi, longsoran
Artikel berikutnyaSiswa perlu didorong untuk terlibat dalam perang melawan perubahan iklim.